Google+ Followers

Minggu, 11 Mei 2014

Tirai

Sebuah tulisan lama.

Tirai

tidak ada yang tahu. apa yang ada di balik tirai. mungkin gadis
manis dengan keranjang buah dan mantel merahnya atau sebuah teko kecil yang lusuh tapi bisa berjalan dan bicara. mungkin pula sebuah rumah dari remah-remah biskuit gula ataukah seorang anak
laki-laki yang tak pernah bisa tua.

tak ada yang tahu. penonton bertanya-tanya. sang pendongeng memberikan selembar kertas pada masing-masing. meminta tiap kepala menebak dan tiap jemari menuliskan. ada kelinci berlompatan. ikan-ikan berterbangan. kancil di ladang dengan timun di mulut. kuda dengan sekeranjang telur kurakura. anjing kelaparan dengan lidah terjulur. dan masih banyak lagi binatang yang bermunculan dari dalam kertas.

manusia hanya memikirkan binatang dalam otaknya setiap kali bertemu pendongeng. padahal telah penuh sesak tas pendongeng dengan rupa binatang. ia ingin manusia-manusia itu menebak hal baru dalam kertasnya. agar tirainya bisa membuka kembali.

tirai yang berisi isak tangis derita insan. mengapa tak ada yang memahami. bukankah mereka pun insan.

sepertinya kali ini pendongeng akan menjelajah lagi. ke negeri yang benar-benar berisikan manusia yang memikirkan manusia. ke negeri yang bisa membuka tirainya.

from gugel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI