Google+ Followers

Kamis, 29 Mei 2014

Simbiosa Alina

Simbiosa Alina

Harga Rp 49.000,-.
ISBN/EAN 9786020302973 / 9786020302973.
Pengarang Pringadi Abdi , Sungging Raga.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Maret 2014

Beberapa waktu yang lalu Simbiosa Alina sudah hadir di pintu teras rumah. Tak langsung kubuka sebab ia terdampar di rumah orang tuaku. Hehehe Tak penting, abaikan!

Buku bersampul imut (kukatakan begitu sebab beneran bikin gemas) ini baru bisa kubaca setelah dua minggu berlalu. Terima kasih sekali buat Pringadi A.S yang sudah mengirimkan Kumcer indah  untukku.

Kumpulan cerpen Simbiosa Alina ditulis oleh dua sahabat (SKSD) yang karya-karyanya pertama kali kubaca sejak bergabung di sebuah komunitas menulis online kemudian dot kom. Karakter mereka berdua cukup lekat di ingatanku.

Cinta … satu kata ribuan kisah takkan habis bila bicara soal cinta dan turunannya. Tentang kepedihan karena cinta yang tiada berkesudahan. Tentang luka karena tak bisa menggenggam cinta, dan masih banyak lagi … Semuanya bisa ditemui dalam dua puluh kisah di buku ini.

Entah apa yang ada di benak Sungging dan Pring ketika menuangkannya dalam rangkaian kata, yang jelas membacanya tak cukup sekali untuk bisa mengerti. Tak melulu, ada beberapa yang memang imajinasiku tak sampai hanya dengan selintas mata.

Ada satu cerpen Sungging yang membuatku haru dan larut. Slania. Mengingatkanku pada satu momen indah di Lempuyangan, saat tahun baru 2011. Kalau saja saat ini aku tidak bersama suamiku, tentulah kubayangkan sepasang kakek dan nenek di sana itu aku dan kekasihku. Seratus dua puluh tahun harapan yang sungguh ajaib. Walau aku kurang begitu suka dengan eksekusi Slania, tetap menyisakan tanya dalam imajinasiku.

Cerpen Pring, kebanyakan berkisah tentang cinta dan kasih tak sampai. Barangkali sebagian besar diangkat dari kisah pribadinya mencari cinta yang sesungguhnya. Ah, andai saja aku tak mengenal sebagian kecil darinya, tentu takkan bisa berkata ini. Pring memang lembut memainkan kata-kata di cerita cintanya. Membacanya seolah sedang berbicara langsung walau hanya lewat telepon seluler.

Aku penyuka kisah romantis, apalagi yang berujung tragis. Bicara selera, aku menyukai racikan kata di kumpulan cerpen ini. Kisah Sungging dalam Sebatang Pohon di Loftus Road dan Kisah Pring dalam Mi Zuerido membekas di hatiku.

Secara keseluruhan, dua puluh cerita di dalam buku ini cukup memuaskan. Walau tak habis satu hari aku membacanya, ia tetap layak dilahap hingga lembar terakhir. Hanya saja, bagiku, Sungging dan Pring sepatutnya membuat yang lebih dari ini. Mengingat beberapa tulisan sebelum ini justru lebih tertanam di benak.

Tertarik mendapatkan buku ini dengan tanda tangan asli penulisnya? Hubungi saja penulisnya J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI