Google+ Followers

Selasa, 13 Mei 2014

Kau dan Cacing-cacing di Kepalamu

Kau dan Cacing-cacing di Kepalamu

Kau tak mungkin sadar, namun itu yang kulihat di atas sana. Satu, dua tempo hari. Kini ratusan sudah di kepalamu.

Selalu saja kau marah bila kukatakan ada yang menyeringai di dalam kepalamu. Katamu, itu hanya imajinasiku belaka. Dan kau lagi-lagi terdiam sambil menggoyangkan tubuhmu mengikuti irama yang tidak kupahami.

Dengarkan aku, ini bukan tentang bayangan di mataku seperti katamu. Ini tentang kepalamu. Tidak, bukan. Ini tentang cacing-cacing di kepalamu.

Itu dimulai sejak kau mengeluh luka di sini. Salah sendiri kau cerita padaku. Aku muak mendengar gulanamu. Tahukah kau, resah itu membuatku bimbang. Kau bukan lagi kau yang kukenal. Ya cacing itu menggerogoti isi kepalamu.

Lihatlah betapa kerdil kau sekarang. Apa yang kaulakukan di ruangan ini sungguh membuatku jijik. Cacing-cacing itu tampak kehabisan tempat. Satu-satu jatuh dari kepalamu. Lihat seringainya begitu puas mengambil isi kepalamu.

Kini masihkah kau tak percaya padaku? Kau tak pernah mendengarku lagi. Aku hanya bisa berteriak dari sini. Bodoh! Seharusnya kau acuh pada kata-kataku. Kepala memang penting. Tapi dengarkan aku. Sedikit saja.

Andai kau tak membekukan aku, cacing-cacing itu takkan beranak-pinak di kepalamu.

Kutanya sekali lagi, masih maukah kau mendengar suaraku?

Yang kulihat itu benar. Bukan imajinasi. Cacing-cacing tertawa di kepalamu.

Tertawa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI