Google+ Followers

Selasa, 01 April 2014

Teman Sejatiku adalah Pasanganku

Sebagai ibu rumah tangga yang kebanyakan menghabiskan waktu hanya di dalam rumah, aku kadang merasa kesepian, karena jarang bisa berkomunikasi dengan teman-teman di dunia nyata. Kalau dunia maya, jangan ditanya :D

Sebagai makhluk sosial, tentu saja kita butuh orang lain, berinteraksi dengan sesama. hubungan yang indah, adalah saat kita tahu bahwa ada seseorang yang kepadanya dapat kita percayakan sebagian  besar rahasia dan dengan  senang hati selalau ada menjaga rahasia itu sepanjang masa. Itulah teman sejati, yang selalu mampu membuat kita tertawa dan memberi semangat kala kita jatuh. Teman sejati mampu menyayangi kita walaupun kita pernah salah.

Teman hidup atau pasangan nikah belum tentu merupakan teman sejati, walaupun seharusnya demikian. Ada beberapa kisah, orang-orang yang terjebak dalam realita bahwa mereka hidup berpasangan dengan orang yang sama sekali tidak mereka kenali, kebiasaan, hobi, visi dan misi yang tidak sejalan. Tak jarang juga ini menjadi penyebab perceraian. Yang miris adalah, saat berpisah yang mereka katakan adalah masih saling mencintai tapi tidak dapat hidup berdampingan lagi karena ketidakcocokkan di antara mereka.

Tidak mudah menjadi teman sejati. Teman sejati adalah yang mampu membuat kita tersenyum dan mendorong untuk hidup lebih maju dan menuju kesuksesan. Teman sejati yang seharusnya adakah yang mau meminjamkan telingam berbagi doa, dan selalu mau membuka hati untuk kita. Teman sejati mampu menegur kalau kita melakukan kesalahan dan mulai melenceng. Teman sejati juga mau merangkul kita saat berduka. Kadang kala, teman sejati membuat kita kesal dan geram saat mereka tidak sejalan dengan apa yang kita pikirkan, bahkan berani memarahi kita dan menasihati. Teman sejati bisa jauh di mata tapi dekat di hati.

Aku beruntung, karena mendapat seorang teman akrab dan teman sejati. Semua orang tentu mendambakan memiliki teman sejati yang bukan sekadar teman akrab. Sepasang teman sejati mampu berbagi duka dan suka juga yakin akan keajaiban kasih sayang. Dialah suamiku.

Kalau kamu? Sudahkah memilikinya?
picture from gugel


2 komentar:

  1. Belum Mbak..... aku juga pengennya suamiku nanti adaah teman sejatiku... a cieh... =))

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI