Google+ Followers

Selasa, 08 April 2014

Perilaku Orang Tua yang Bisa Merusak Anak Part 2

Sebelumnya

Kesalahan No.3

Serba Boleh Secara Berlebihan & Memanjakan

Memberi terlalu banyak kebebasan berperilaku kepada anak disebut permissiveness, atau serba boleh. Memperbolehkan anak melakukan dan memperoleh apa  saja yang dikehendakinya disebut indulgence, memanjakan.

Anak-anak yang ditolak dan yang mengalami kesulitan emosional sering mengalami kesulitan dalam membangun hubungan antarmanusia yang hangat. Kalau pun anak yang dimanjakan dapat menjalin hubungan semacam itu, biasanya mereka memiliki tujuan untuk memanfaatkan orang lain demi kepentingan mereka sendiri, sama halnya seperti ketika mereka belajar memanfaatkan orang tua mereka.

Kalau harus mematuhi peraturan, anak-anak manja biasanya menjadi pemberontak, karena mereka sudah terlalu lama diumbar menuruti kemauan mereka sendiri.

Anak yang dimanjakan juga cenderung tidak sabar. Bila menghadapi masalah dilakukan dengan agreaif dan menuntut. Sulit bagi mereka untuk menerima berbagai rasa frustasi yang dialami demi mencapi tujuan jangka panjang. Anak-anak manja akan mengalami guncangan hebat bila sampai status mereka yang penting dan dimanjakan di rumah itu ternyata tidak bisa diterima di dunia luar. Bingung dan sulit menyesuaikan diri ketika kenyataan memaksa mereka untuk menilai ulang anggapan tentang diri sendiri dan dunia.
Ciri khas anak yang dimanjakan secara berlebihan antara lain, karakter manja, mementingkan diri sendiri, tidak memiliki tenggang rasa dan penuntut.

Kesalahan No.4

Orang Tua Berharap Terlalu Banyak
Tidak dipungkiri, sebagai orang tua kadang mendorong anak mereka secara berlebihan untuk mencapai standar tinggi yang tidak realistis. Berharap anak unggul di sekolah dan dalam berbagai kegiatan. Tidak semua anak mampu melaksanakan dengan sangat baik dan memuaskan orang tua dengan hasil yang baik. Ada juga anak yang mengalami tekanan yang berat hingga kesulitan untuk mengembangkan diri sebagai manusia yang merdeka.

Ada orang tua yang selalu menekankan pada anaknya, bahwa si anak bisa mendapat nilai lebih kalau ia berusaha keras. Namun sekeras apa pun anak mencoba, tampaknya ia akan selalu tampak gagal di mata orang tuanya dan akhirnya di matanya sendiri.

Ini bisa menimbulkan frustrasi yang menyakitkan dan anak akan menilai dirinya sendiri lebih rendah.
Memang tidak ada salahnya bila orang tua mengharapkan sesuatu dari anak-anaknya. Tugas orang tua membantu anak mengarahkan cita-citanya, ini baik untuk perkembangan anak. Namun, harapan dan tuntutan yang terlalu tinggi, atau terlalu rendah atau yang aneh-aneh dan kaku, bisa menjadi penyebab utaman dari perkembangan anak yang salah dan kesulitan menyesuaikan diri.

Kesalah
an No. 5
Disiplin yang Keliru
Banyak orang tua yang masih meyakini bahwa bagaimanapun anak harus tetap dikerasi, agar tidak menjadi manja. Ini pedoman yang salah dalam mengasuh/membesarkan anak.

Serba boleh secara berlebihan dan kurangnya disiplin cenderung menghasilkan anak yang manja, tidak tenggang rasa dan agresif. Sebaliknya, disiplin yang keras bisa menghasilkan dampak yang merugikan. Seperti, merasa takut atau benci kepada orang yang menghukum, dan mengurangi rasa bersahabat dengan orang lain.

Apabila anak tidak disiplin kebanyakan orang tua memberi hukuman fisik. Hukuman fisik yang dilakukan apabila anak melakukan kesalahan, bisa saja membuat anak bertambah agresif.
Sebenarnya anak tidak perlu diberi hukuman fisik, tetapi cukup diberi hukuman dengan menangguhkam beberapa hak misalnya.

Disiplin yang tidak konsisten juga dapat menyulitkan bagi anak untuk menyerap nilai-nilai stabil sebagai pedoman yang boleh atau tidak boleh ia lakukan.

Kalau seorang anak pernah dihukum karena melakukan satu perbuatan, tetapi di lain waktu ia dibiarkan atau bahkan dipuji ketika melakukan perbuatan yang sama, ia tidak akan bisa memahami mana perilaku yang pantas. Orang tua harus menyadari hal ini dan menyatakan dengan jelas kepada anak, bahwa perbuatan si anak itu yang tidak berkenan pada mereka, bukan pada si anak itu sendiri. Anak harus tahu dengan jelas tingkah laku seperti apa yang diharaokan darinya. Agar ini terwujud, orang tua harus menerapkan metode disiplin yang positif dan konsisten.

Kesalahan No. 6

Anak Kesayangan
Penyebabnya bisa bervariasi. Seperti:
1. Anak itu lebih tampan/cantik atau lebih cerdas daripada saudara-saudaranya.
2. Ketika anak-anak sebelumnya semua laki-laki/perempuan, kemudian muncul anak perempuan/laki-laki yang sangat didambakan. 
Anak yang menjadi kesayangan orang tuanya, akan mengalami hal yang sama pada anak yang terlalu dilindungi. Di pihak lain anak-anak yang diperlakukan biasa-biasa saja merasa kesal terhadap orang tua atau terhadap adik/kakak yang disayangi, sehingga bisa saja muncul kebencian di antara saudara.
Bersambung....
Gambar dari gugel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI