Google+ Followers

Senin, 07 April 2014

Perilaku Orang Tua yang Bisa Merusak Anak Part 1

Tanpa kita sadari, sebagai orang tua sering kali melakukan hal-hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Seperti apa? Yuk kita telisik satu per satu.

Kesalahan No. 1

Perlindungan yang berlebihan dan pengekangan
Perlindungan berlebihan yang diberikan oleh ibu (momism) termasuk sebagai tindakan menghambay perkembangan anak. Para ibu yang memberikan perlindungan berlebihan selali menjaga anak-anak mereka dengan seksama dan melindunginya dari resiko paling kecil sekalipun. Dalam setiap kesempatan, merekalah yang membuat keputusan mewakili anak dan tidak pernah membiarkan anak berpikir sendiri.

Perlindungan yang berlebih bisa mengurangi dorongan anak untuk bereksplorasi dan mengambil resiko. Pada dasarnya, bila keinginan anak untuk mencari kebebasan dirintangi, ia bisa menjadi frustasi. Ini bisa menimbulkan benih-benih agresi dan permusuhan dalam hubungan anak dan orang tua.
Selain itu, perlindungan yang berlebihan juga mengakibatkan anak memiliki rasa malu dan kelas bila dewasa ia tidak bisa menyatakan dirinya dengan benar dan tidak mampu mengambil keputusan sendiri. Akhirnya bisa menghasilkan gejala-gejala seperti berikut: mengamuk, marah sampai kejang, gagal di sekolah, takut sekolah dam semacamnya.

Selain perlindungan yang berlebihan, ada juga pengekangan. Dalam penelitian, Becker (1964) menyimpulkan bahwa pengekangan memang membantu pengembangan perilaku yang terkendali dengan baik. Tapi pengekangan juga cenderung memupuk ketakutan, ketergantungan, mudah menyerah, permusuhan yang terpendam dan menumpulkan usaha intelektual. Sering kali tingkah ekstrem para remaja merupakan bentuk pemberontakan mereka terhadap pengekangan.

Kesalahan No. 2

Penolakan-penelantaran terselubung
Penolakan orang tua terhadap anak, walaupun tidak disengaja, bisa ditunjukkan dalam berbagai cara. Di antaranya bisa termasuk penelantaran fisik, tidak memberi cinta dan menunjukkan kasih sayang, kurang berminat menperhatikan kegiatan anak dan prestasinya, memberi hukuman yang keras atau tidak konsisten, tidak melewati waktu bersama anak, sibuk kegiatan sendiri dan kurang menghormati hak dan perasaan anak sebagai manusia.

Selain itu juga bisa berupa perlakuan kasar/menyiksa. Penolakan orang tia bisa sebagian, bisa sepenuhnya, bisa pasif, bisa aktif, bisa halus, bisa puka kejam. Membiarkam anak di box atau tempat tidur bayi dalam waktu lama juga merupakan bentuk penolakan.

Dampak penolakan pada anak tampak jelas dalam bentuk ketakutan yang berlebih, malu, perilaku agresif, mengisap jempol, mengompol, depresi, mengamuk, berbohong, mencuri, perkembangan kesusilaan yang lambat, rendahnya harga diri dan merasa tidak aman, kesepian dan ketidakmampuan menyatakan serta menerima cinta kasih.

Penolakan oleh orang rua merupakan penyebab utama remaja minggat dari rumah.
Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI