Google+ Followers

 

Masih ingat GiveAway Yuk Menulis! Part 1 di awal bulan April ini kan ...


Dari sekian banyak tulisan yang masuk saya memilih tiga tulisan di bawah ini untuk mendapatkan bingkisan dari saya.

==> Sarapan yang oke dalam sepiring nasi uduk mendapat satu buah buku Catatan Hati Pengantin

==> Sarapan dengan berbagai masakan melayu mendapat pulsa senilai 20k

==> Sarapan yang dinanti Naila mendapat pulsa senilai 10k


Masing-masing pemenang silakan komentar di bawah lengkap dengan alamat (untuk pemenang pertama) dan nomor handphone (pemenang dua dan tiga)

Untuk yang telah berpartisipasi, terima kasih banyak ya sudah berbagi info sarapan anda.

Nantikan Giveaway Yuk Menulis! Part 2 di bulan Mei mendatang.
Di, pada dan kepada, serta akhiran kan dan i

Di
Kata di menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan (daring) di antaranya : 1. kata depan untuk menandai tempat: bapak saya bekerja -- kantor; semalam ia tidur -- rumah temannya; 2 cak kata depan untuk menandai waktu: -- hari itu ia tidak datang; 3 Mk akan, kepada: tidak tahu -- jerih orang; 4 Mk dari: jauh -- mata 2. prefiks pembentuk ve dikenai suatu tindakan: dibeli; dipukul; dites ( sumber : kbbi 3)

Dalam banyak tulisan seringkali penulisan kata di masih terdapat kekeliruan. Kata di yang berfungsi sebagai kata depan sering ditempatkan sebagai prefiks dan sebaliknya.

Misalnya dalam kalimat : "Acara pembukaan di mulai pada pukul 09.00 WIB digedung serbaguna." Penempatan kata di pada kalimat di atas mestinya dimulai dan di gedung.

Mengapa orang masih sulit membedakan fungsi kata di sebagai kata depan dengan fungsi sebagai prefiks? Cara membedakannya sebenarnya mudah. Salah satu cara adalah dengan memerhatikan kata sesudahnya atau kata yang mengikutinya. Jika kata di diikuti kata keterangan tempat atau kata keterangan waktu, maka penulisan kata di dipisahkan dari kata yang mengikutinya itu. Sedangkan jika kata di diikuti kata kerja, maka penulisan kata di disambung dengan kata kerja yang mengikutinya.

Pada dan kepada

Penempatan kata pada dan kepada juga masih banyak keliru. Misalnya pada kalimat : "Draf Rancangan Undang-undang telah diserahkan Pemerintah pada DPR." Kata pada dalam kalimat di atas tidak tepat, mestinya digunakan kata kepada. Penggunaan yang keliru untuk kata pada dan kepada seperti ini masih banyak saya temukan. Saya tidak tahu mengapa.

Akhiran kan dan i

Kekeliruan penggunaan akhiran kan dan i juga masih sering saya temukan, baik dalam tulisan maupun dalam ucapan. Misalnya : "Para undangan disuguhkan pertunjukan tari yang memukau." Menguji atau mengoreksi tepat-tidaknya akhiran kan dalam kalimat di atas adalah dengan cara bertanya. Apa yang disuguhkan? Siapa yang disuguhi? Dengan pertanyaan itu langsung terjawab. Karena bahasa memiliki 'nilai rasa' maka langsung terasa bahwa : kata disuguhkan lebih tepat untuk sesuatu, berupa kata benda atau dibendakan. kata disuguhi lebih tepat ditujukan kepada seseorang atau sesuatu yang diorangkan.

Mudah kan? Nah, semoga setelah membaca tulisan ini, kita bisa lebih mudah menempatkan kata di, dan kepada, serta akhiran kan dan i. Tulisan ini sama sekali tidak bertujuan mencari-cari kesalahan siapapun, melainkan hanya sekadar berbagi agar makin banyak perhatian terhadap penggunaan Bahasa Indonesia dalam tulisan maupun ucapan. Ini demi penguatan komitmen menjunjung tinggi bahasa persatuan Bahasa Indonesia, sesuai dengan Sumpah Pemuda.

Sumber : http://suryatiti.blogspot.com/2012/06/di-pada-dan-kepada-serta-pada-dan.html
Bila Aku Bahagia, Mengapa Kau Murung?

"Apaan, sedikit-sedikit pamer kemesraan ..., lebay!"

Aku hanya tertawa membaca pesan bernada sindiran itu. Pesan yang nyaris muncul setiap aku menulis status atau catatan secuil kisah di rumah tanggaku.

Ada yang menarik dari si pengirim pesan. Meski ia kerap menyindirku, ia tak pernah absen membaca hidupku. Kalau aku galau, dia juga protes.

"Ngapain sih ngeluh aja. Bosen tahu bacanya!"

Nah loh ..., bagaimana aku tak tertawa coba. Sekarang aku jarang mengeluh. Lebih sering menuliskan kehangatan yang kualami. Tapi ternyata pesan bernada nyinyir itu tak pernah berhenti.

Ya, bukan pamer. Tapi ada kegembiraan yang ingin kubagi. Bukankah aura sukacita itu juga akan menular pada siapa pun yang membaca? Katakan, siapa yang murung bila melihat seseorang bergembira? Bila ada, tentu hatinya bermasalah.

Berbagi kisah bahagia tidak melulu pamer. Apalagi, bila yang dibagikan adalah motivasi yang bisa menjadi inspirasi untuk lebih baik.

Namun, aku berterima kasih pada si pengirim pesan. Karenanya, aku selalu ingin memperlihatkan pada dunia. Mungkin dulu gelap menyelimutiku, tapi kini matahari selalu menyinariku.

Ilustrasi from gugel

Bulan April adalah bulan bahagia buatku. Karena di bulan ini, aku mengenal lelaki yang jadi suamiku pertama kali.

Tak terasa, empat tahun sudah aku bersamanya. Beruntung banget suami masih betah sama aku yang bawel ini.

Kalau dipikir-pikir sifatku bertolak belakang dengannya. Orang pasti mengira aku ini lembut, kalem, anggun, dan sejenisnya. Padahal, aslinya aku ini super cerewet, suka marah-marah gak jelas, manja ngalahin Kahpie, Bianca, cengeng lagi.

Duh, aslinya paling suami tuh nyesel banget punya istri ampuuuun deh.

Suami, laki-laki yang sabar, bijaksana, lembut kata (sampai banyak wanita klepek-klepek kalo curhat sama suami), penyayang, dan nyaris gak pernah marahin anak-anak. Saluuut. Aku beruntung banget pokoknya dapat suami super ajib ini.

Karena sifat yang bertolak belakang ini, aku dan suami senang betul kalau rumah ramai gara-gara candaan kami *berantem-red*. Kalau sudah bla bla bla, Kahpie pasti nyamperin dan meminta kami berdua diam. Lalu dipeluknya kami berdua. Hiks, terharu banget... Yang lucunya, Kahpie selalu ngomel kalau ayahnya 'nakal' ke bunda. Asyik dibelain anak.

Selama empat tahun ini, masih banyak yang belum kupelajari. Sebagai istri, masih ada yang kurang. Sebagai ibu, apalagi. Rasanya pengen sekolah jadi istri dan ibu yang super deh.

Harus lebih giat berusaha membahagiakan suami dan anak-anak.

Tapi kuakui, aku masih kalah dari suami. Ngurus anak lebih sabar, masak lebih enak, kalemnya ngalahin aku...

Tunggu, Suamiku, akan kukejar ketinggalanku.
*btw, besok tanggal 12 loh, dinner special yuk, Yah...

Dari hasil QC pemilu kemarin, dari total pemilih yang memilih partai Islam hanya sekitar 31%.
Sungguh miris, kita mayoritas orang Islam tapi tidak percaya dengan partai Islam.
Itupun jika digabungkan, melihat pengalaman pemilu tahun lalu, semua partai islam tidak mau berkoalisi. Lalu siapa yang nanti memperjuangkan kepentingan umat di DPR?

Postingan pertama hari ini. Waaah, telat banget sih, biasanya sudah ada tulisan sebelum tengah hari. Ckckck. Mumpung libur, indehoy dulu sama suami dan anak-anak.

Setelah puas bermanja ria sama keluarga, suami ngingetin, "Sudah menulis apa hari ini?"

Langsung saja buka hape dan mulai ketak-ketik layarnya. Berhubung lepi belum juga kelar diservice, tetap semangat menulis lewat hape.

Kali ini aku ingin berkisah tentang nikmatnya nge-blog.

Sebenarnya, kenal dunia blogging sejak masa kuliah. Sempat punya beberapa rumah untuk menulis. Yang akhirnya hanya dibiarkan penuh sarang laba-laba dan tak terurus.

Lalu di awal tahun ini, senang banget baca-baca tulisan teman di blog. Akhirnya memutuskan untuk membuat rumah yang menampung tulisan-tulisanku.

Nikmatnya apa? Ya semakin semangat menulis. Sampai-sampai ada yang bilang kalau aku ini kurang kerjaan, nulis aja. Bisa dapat apa dari menulis?

Oke, pertama, kepuasan hati. Menulis adalah impianku yang terwujud. Ia serupa napas buat jemariku. Kalau tidak menulis rasanya malah sesak napas. Hehehe.

Kedua, ada yang bisa kubagi untuk orang lain. Dari catatan keseharian yang kutulis di blog, adalah satu dua yang bisa menjadi inspirasi orang lain. Bahagia kan bila tulisan kita bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan.

Ketiga, aku menulis untuk membuat aku abadi. Kelak bila aku tiada, setidaknya aku punya catatan bahwa pernah hidup dan berkarya. Biar anak cucu tahu ada seorang Rina Rinz yang sungguh luar biasa.

Pokoknya nge-blog bikin happy.

Bagaimana denganmu?

Sebelumnya...
Kesalahan No. 7
Kurangnya peran Ibu
Bayi dikatakan akan mengalami kekurangan pengasuhan ibu kalau mereka tidak mendapat stimulasi dari ibu akibat "terpisah". Bisa jadi karena ibi disibukkan oleh pekerjaan di luar rumah atau kurang menjalankan perannya sebagai ibu di rumah.

Bila seorang ibu hanya memberikan sedikit perhatian kepada anak dan menelantarkan serta menolaknua, maka anak akan sangat menderita. Para ibu yang menolak atau menghukum bayi atau anak mereka yang masih sangat kecil, bisa menyebabkan anak itu tegang, rewel, dan memilili tingkah laki negatif sejak usia dini.

Kalau kekurangan pengasuhan ibu itu terjadi sejak dini dan untuk jangka waktu yang panjang, maka dampak buruk yang terjadi mungkin tidak bisa dipulihkan lagi atau hanya bisa sebagian saja.
Jadi ibu-ibu yang sering meninggalkan bayinya karenalebih senang arisan atau melakukan kesibukan lain, atau ibu-ibu yang selalu membiarkan bayinya di boks atau tempat tidur bayi, sebaiknya waspada.

Kesalah
an No. 8
Teladan yang keliru dalam keluarga
Keluarga adalah satu kesatuan yang memiliki pengaruh sangat penting untuk menjadi pedomand dalam perkembangan kepribadian anak. Teladan yang keliru dalam keluarga akan menjadi sumber yang subur untuk perkembangan yang tidak sehat dan kesulitan atau ketidakmampuan menyesuaikan diri.
Hubungan orang tua yang tidak harmonis juga akan berdampak buruk.
Jadilah teladan yang baik demi perkembangan anak-anak.

Kesalahan No. 9

Tidak mampu berkomunikasi
Sebagai orang tua kebanyakan tidak memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertanya. Padahal itu sangat diperlukan untuk perkembangan kepribadian anak.
Pola komunikasi yang merusak terjadi bila orang tua, karena adanya prasangka atau salah paham, membantah atau memandang dengan sebelah mata pernyataan atau kesimpulan anak, lalu membiarkan anak menjadi bingung dan merasa sebagai manusia tidak berharga.

Kesalahan No. 10

Trauma psikis di masa kanak-kanak
Trauma yang terjadi di usia dini memilili dampak yang lebih besar ketimbang yang terjadi di usia yang lebih besar, karena evaluasi kritis, refleksi dan pertahanan diri belum berkembang dengan baik pada masa kanak-kanak.

Maka dari itu, sebagai orang tua, menjaga anak agar tidak mengalami trauma pada anak.
Pertengkaran orang tua di hadapan anak juga bisa menyebabkan traumatis pada diri anak.

End

Sumber: Intisari
How to Shape Your Kids Better
Dulu zaman saya masih cantik (narsis boleh dong), teman-teman memanggil saya, Asmirandah. Soalnya dalam pose tertentu, wajah saya persis artis yang manis itu. Hehehehe

Ada yang unik sebenarnya antara saya (asmirandah palsu) dengan Andah yang asli cuantik itu.
Kami sama-sama hijrah, ke jalan keimanan yang tentu saja mengundang kontroversi.

Saya yang dulu menganut keyakinan bahwa tuhan saya adalah Yesus, kini seorang muslimah. Sedangkan si cantik itu, kebalikan denganku.

Ya, jalan memang sudah diambil. Bagi saya, inilah jalan yang lurus. Begitu pun dengannya.

Kata seorang teman, "Tak apalah Andah pergi, kita udah punya Andah juga. Walo palsu." Wahaahahaha.
Beberapa waktu lalu, ketemu link ini, Andah nyanyi.

Ya, begitulah, ada yang datang, ada yang pergi. Tinggal nanti, pertanggungjawaban kita pada Ilahi.
Sebelumnya

Kesalahan No.3

Serba Boleh Secara Berlebihan & Memanjakan

Memberi terlalu banyak kebebasan berperilaku kepada anak disebut permissiveness, atau serba boleh. Memperbolehkan anak melakukan dan memperoleh apa  saja yang dikehendakinya disebut indulgence, memanjakan.

Anak-anak yang ditolak dan yang mengalami kesulitan emosional sering mengalami kesulitan dalam membangun hubungan antarmanusia yang hangat. Kalau pun anak yang dimanjakan dapat menjalin hubungan semacam itu, biasanya mereka memiliki tujuan untuk memanfaatkan orang lain demi kepentingan mereka sendiri, sama halnya seperti ketika mereka belajar memanfaatkan orang tua mereka.

Kalau harus mematuhi peraturan, anak-anak manja biasanya menjadi pemberontak, karena mereka sudah terlalu lama diumbar menuruti kemauan mereka sendiri.

Anak yang dimanjakan juga cenderung tidak sabar. Bila menghadapi masalah dilakukan dengan agreaif dan menuntut. Sulit bagi mereka untuk menerima berbagai rasa frustasi yang dialami demi mencapi tujuan jangka panjang. Anak-anak manja akan mengalami guncangan hebat bila sampai status mereka yang penting dan dimanjakan di rumah itu ternyata tidak bisa diterima di dunia luar. Bingung dan sulit menyesuaikan diri ketika kenyataan memaksa mereka untuk menilai ulang anggapan tentang diri sendiri dan dunia.
Ciri khas anak yang dimanjakan secara berlebihan antara lain, karakter manja, mementingkan diri sendiri, tidak memiliki tenggang rasa dan penuntut.

Kesalahan No.4

Orang Tua Berharap Terlalu Banyak
Tidak dipungkiri, sebagai orang tua kadang mendorong anak mereka secara berlebihan untuk mencapai standar tinggi yang tidak realistis. Berharap anak unggul di sekolah dan dalam berbagai kegiatan. Tidak semua anak mampu melaksanakan dengan sangat baik dan memuaskan orang tua dengan hasil yang baik. Ada juga anak yang mengalami tekanan yang berat hingga kesulitan untuk mengembangkan diri sebagai manusia yang merdeka.

Ada orang tua yang selalu menekankan pada anaknya, bahwa si anak bisa mendapat nilai lebih kalau ia berusaha keras. Namun sekeras apa pun anak mencoba, tampaknya ia akan selalu tampak gagal di mata orang tuanya dan akhirnya di matanya sendiri.

Ini bisa menimbulkan frustrasi yang menyakitkan dan anak akan menilai dirinya sendiri lebih rendah.
Memang tidak ada salahnya bila orang tua mengharapkan sesuatu dari anak-anaknya. Tugas orang tua membantu anak mengarahkan cita-citanya, ini baik untuk perkembangan anak. Namun, harapan dan tuntutan yang terlalu tinggi, atau terlalu rendah atau yang aneh-aneh dan kaku, bisa menjadi penyebab utaman dari perkembangan anak yang salah dan kesulitan menyesuaikan diri.

Kesalah
an No. 5
Disiplin yang Keliru
Banyak orang tua yang masih meyakini bahwa bagaimanapun anak harus tetap dikerasi, agar tidak menjadi manja. Ini pedoman yang salah dalam mengasuh/membesarkan anak.

Serba boleh secara berlebihan dan kurangnya disiplin cenderung menghasilkan anak yang manja, tidak tenggang rasa dan agresif. Sebaliknya, disiplin yang keras bisa menghasilkan dampak yang merugikan. Seperti, merasa takut atau benci kepada orang yang menghukum, dan mengurangi rasa bersahabat dengan orang lain.

Apabila anak tidak disiplin kebanyakan orang tua memberi hukuman fisik. Hukuman fisik yang dilakukan apabila anak melakukan kesalahan, bisa saja membuat anak bertambah agresif.
Sebenarnya anak tidak perlu diberi hukuman fisik, tetapi cukup diberi hukuman dengan menangguhkam beberapa hak misalnya.

Disiplin yang tidak konsisten juga dapat menyulitkan bagi anak untuk menyerap nilai-nilai stabil sebagai pedoman yang boleh atau tidak boleh ia lakukan.

Kalau seorang anak pernah dihukum karena melakukan satu perbuatan, tetapi di lain waktu ia dibiarkan atau bahkan dipuji ketika melakukan perbuatan yang sama, ia tidak akan bisa memahami mana perilaku yang pantas. Orang tua harus menyadari hal ini dan menyatakan dengan jelas kepada anak, bahwa perbuatan si anak itu yang tidak berkenan pada mereka, bukan pada si anak itu sendiri. Anak harus tahu dengan jelas tingkah laku seperti apa yang diharaokan darinya. Agar ini terwujud, orang tua harus menerapkan metode disiplin yang positif dan konsisten.

Kesalahan No. 6

Anak Kesayangan
Penyebabnya bisa bervariasi. Seperti:
1. Anak itu lebih tampan/cantik atau lebih cerdas daripada saudara-saudaranya.
2. Ketika anak-anak sebelumnya semua laki-laki/perempuan, kemudian muncul anak perempuan/laki-laki yang sangat didambakan. 
Anak yang menjadi kesayangan orang tuanya, akan mengalami hal yang sama pada anak yang terlalu dilindungi. Di pihak lain anak-anak yang diperlakukan biasa-biasa saja merasa kesal terhadap orang tua atau terhadap adik/kakak yang disayangi, sehingga bisa saja muncul kebencian di antara saudara.
Bersambung....
Gambar dari gugel
Tanpa kita sadari, sebagai orang tua sering kali melakukan hal-hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Seperti apa? Yuk kita telisik satu per satu.

Kesalahan No. 1

Perlindungan yang berlebihan dan pengekangan
Perlindungan berlebihan yang diberikan oleh ibu (momism) termasuk sebagai tindakan menghambay perkembangan anak. Para ibu yang memberikan perlindungan berlebihan selali menjaga anak-anak mereka dengan seksama dan melindunginya dari resiko paling kecil sekalipun. Dalam setiap kesempatan, merekalah yang membuat keputusan mewakili anak dan tidak pernah membiarkan anak berpikir sendiri.

Perlindungan yang berlebih bisa mengurangi dorongan anak untuk bereksplorasi dan mengambil resiko. Pada dasarnya, bila keinginan anak untuk mencari kebebasan dirintangi, ia bisa menjadi frustasi. Ini bisa menimbulkan benih-benih agresi dan permusuhan dalam hubungan anak dan orang tua.
Selain itu, perlindungan yang berlebihan juga mengakibatkan anak memiliki rasa malu dan kelas bila dewasa ia tidak bisa menyatakan dirinya dengan benar dan tidak mampu mengambil keputusan sendiri. Akhirnya bisa menghasilkan gejala-gejala seperti berikut: mengamuk, marah sampai kejang, gagal di sekolah, takut sekolah dam semacamnya.

Selain perlindungan yang berlebihan, ada juga pengekangan. Dalam penelitian, Becker (1964) menyimpulkan bahwa pengekangan memang membantu pengembangan perilaku yang terkendali dengan baik. Tapi pengekangan juga cenderung memupuk ketakutan, ketergantungan, mudah menyerah, permusuhan yang terpendam dan menumpulkan usaha intelektual. Sering kali tingkah ekstrem para remaja merupakan bentuk pemberontakan mereka terhadap pengekangan.

Kesalahan No. 2

Penolakan-penelantaran terselubung
Penolakan orang tua terhadap anak, walaupun tidak disengaja, bisa ditunjukkan dalam berbagai cara. Di antaranya bisa termasuk penelantaran fisik, tidak memberi cinta dan menunjukkan kasih sayang, kurang berminat menperhatikan kegiatan anak dan prestasinya, memberi hukuman yang keras atau tidak konsisten, tidak melewati waktu bersama anak, sibuk kegiatan sendiri dan kurang menghormati hak dan perasaan anak sebagai manusia.

Selain itu juga bisa berupa perlakuan kasar/menyiksa. Penolakan orang tia bisa sebagian, bisa sepenuhnya, bisa pasif, bisa aktif, bisa halus, bisa puka kejam. Membiarkam anak di box atau tempat tidur bayi dalam waktu lama juga merupakan bentuk penolakan.

Dampak penolakan pada anak tampak jelas dalam bentuk ketakutan yang berlebih, malu, perilaku agresif, mengisap jempol, mengompol, depresi, mengamuk, berbohong, mencuri, perkembangan kesusilaan yang lambat, rendahnya harga diri dan merasa tidak aman, kesepian dan ketidakmampuan menyatakan serta menerima cinta kasih.

Penolakan oleh orang rua merupakan penyebab utama remaja minggat dari rumah.
Bersambung...

Beberapa waktu yang lalu, aku adalah wanita yang gemar sekali menangis.

Ya, cengeng! Sedikit saja tersenggol, aku pasti merasakan sesak di dada. Mengeluh, meratapi nasib. Seolah-olah aku ini wanita paling menderita. Kok kayaknya ada saja masalah datang saat hal yang lainnya belum juga aku selesaikan.

Pokoknya, saat terpuruk, aku puaskan diri dengan menangis di pojokan kamar, atau mendekam di kamar mandi, mendinginkan kepala dengan mengguyur air bergayung-gayung.

Tapi, ada satu hal yang kini kusadari. Masalah datang silih berganti itu untuk mendewasakan diri. Sesungguhnya malu juga. Sebagai wanita yang sudah lebih kepala tiga, mudah amat mengeluarkan air mata. Persis seperti kedua buah hatiku. Semakin ke sini, semakin paham, tidak semua masalah harus dibarengi dengan air mata.

Hadapi dengan senyuman, seperti lagunya Dewa. Sekarang sudah mulai bisa mengatakan, aku pasti bisa. Masalah hanya bisa diselesaikan bila kita bertindak. Berpikir sejenak itu perlu, namun, segera ambil langkah. Kalau hanya diam, kita tidak bisa mendapat apa-apa selain kehilangan waktu sia-sia. Yang berujung pada tangis lagi nantinya.

Jangan merasa kalah, bila belum kerahkan seluruh tenaga. Wanita bukan orang yang lemah. Kita bisa lebih tegar menghadapi masalah, kalau kita mau bergerak.

Jangan jadi wanita manja dan cengeng. Kita hanya boleh menangis bahagia.

Ayo, katakan "smile"


Gambar from gugel

Merawat cucak ijo itu gampang-gampang susah, hal terpenting adalah kita mampu mengenali karakter jagoan kita.
Masih inget dengan cucak ijo Predator milik suami saya? Cucak ijo yang satu ini memiliki karakter unik, ia tidak akan kerja di lapangan jika birahinya agak tinggi. Jadi untuk menjaga birahinya agar selalu di bawah normal maka sehari setelah lomba Predator hanya diberi pakan pepaya dan tanpa EF tambahan.
Selama satu minggu gaco milik suami itu tidak dijemur namun tetap mandi sehari sekali dan full kerodong. Pada h-3 Predator memulai perawatannya, konsumsi jangkrik 3 pagi 3 sore.
Pada saat hari H predator tetap dimandikan seperti biasa dan diberi tambahan ulat hongkong 3 biji. Dan Predator pun siap dilombakan.

Namun pada umumnya cucak ijo harus dijemur dan dimandikan setiap hari, penjemuran dilakukan hanya sebentar 1 hingga 2 jam setiap harinya.
Demikian sedikit mengenai perawatan Predator.


Siang ini, aku tercengang membaca sebuah tulisan dalam sebuah buku "Saya tidak ingin kaya, tapi harus kaya," sebuah buku yang ditulis oleh Aa Gym.

Aku tidak ingin membahas isi bukunya, lain waktu saja. Cuma sebuah fakta yang bikin saya berdecak kagum.

Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia dengan penghasilan luar biasa. Pendapatannya dalam rupiah ialah: 1 detik= 2,5 juta; 1 menit= 153 juta; 1 jam= 9,1 milyar; 1 hari= 220 milyar; 1 minggu= 1,54 triliun; 1 bulan= 6,1 triliun; 1 tahun= 74 triliun.

Ckckck... Itu nilai beberapa tahun lalu. Sekarang? Bisa turun bisa naik. Tergantung berapa besar usaha dan upayanya.

Kita? Ckckck, masih jauh rasanya. Semoga itu bisa menjadi motivasi kita untuk bisa lebih giat berkarya, agar bisa meningkatkan pendapatan kita.

Bagaimana denganmu? Berapa angkamu, dalam sehari saja?

Konon stres yang dialami seorang wanita saat tengah hamil bisa mempengaruhi kondisi genetik janin yang ada kandungannya sehingga ia jadi rentan terkena asma. Namun ternyata dari studi terbaru, hal ini saja tak cukup kuat menjelaskan risiko asma pada anak.
Kesimpulan itu dikemukakan Dr Petra Arck dan rekan-rekannya dari University Medical Center Hamburg-Eppendorf, Jerman seusai melakukan pengamatan terhadap 1.578 pasang ibu dan anak yang ambil bagian dalam sebuah studi di Australia.
Sebelum melahirkan, setiap calon ibu ditanyai tentang peristiwa menyedihkan atau tragedi yang mereka alami di tengah masa kehamilan, dan juga di minggu-minggu terakhir jelang persalinan.
Kemudian ketika si anak mencapai usia 6 dan 14 tahun, barulah peneliti mengevaluasi kondisi kesehatan mereka, apakah ada yang mengidap asma, eksim atau penyakit yang berkaitan dengan alergi lainnya.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (6/4/2014), setelah dikolaborasikan hasilnya, dari situ peneliti menemukan peluang anak mengidap asma atau eksim terlihat lebih tinggi pada anak-anak yang ibunya mengalami satu atau beberapa kejadian tak mengenakkan di paruh kedua masa kehamilan mereka.
Namun anak-anak ini berpeluang dua kali lipat mengidap asma di usia 14 tahun saat remaja, bukannya di usia 6 tahun.
Kurang sependapat dengan temuan ini, Alet H. Wijga dari National Institute for Public Health and Environment, Bilthoven, Belanda memperingatkan stres bukanlah penyebab utama asma dan eksim pada anak.
"Bisa jadi masalah keuangan, kehilangan pekerjaan atau tempat tinggal nomaden (berpindah-pindah) berkaitan dengan perceraian orang tuanya atau salah satu orang tua meninggal memberikan dampak jangka panjang pada posisi sosio-ekonomi si ibu dan anak, sehingga anak ini tumbuh menjadi remaja yang selalu dihadapkan pada masalah atau tumbuh di dalam lingkungan yang tak kondusif," terang Alet.
Sebelumnya sebuah studi juga menemukan stres dapat menurunkan peluang seorang wanita untuk hamil atau bahkan mengakibatkan kemandulan.

Sumber : detikhealth

Pekan lalu Indonesia kedatangan orang terkaya di dunia, Bill Gates.
Tujuannya ke Indonesia adalah memberikan sumbangan terhadap penanganan berbagai penyakit di Indonesia. Ada yang menarik dari beliau,menurut Forbes, Gates merupakan orang terkaya nomor satu di dunia dengan harta US$ 77,2 miliar atau Rp 772 triliun dan selalu memberikan sumbangan besar bagi dunia.
Langkah ini diikuti oleh 8 pengusaha di Indonesia yang masing-masing dari mereka menyumbang $5 jt, wow... angka yang sangat fantastis.

Dana yang disumbang oleh Bill Gates dan 8 pengusaha nasional ini akan dimasukkan dalam Indonesia Health Fund yang diluncurkan hari ini. Masing-masing pengusaha nasional ini akan menyumbang US$ 5 juta atau sekitar Rp 50 miliar selama 5 tahun perjanjian kerjasama pembentukan Indonesia Health Fund ini.

Jadi total sumbangan dari pengusaha nasional adalah US$ 40 juta, Bill Gates menyumbang US$ 40 juta, sehingga jumlahnya US$ 80 juta.

Delapan pengusaha nasional yang menyumbangkan uangnya itu adalah:

Hendro Gondokusumo, Presiden Direktur dan CEO Intiland
Adrian Bramantyo Musyanif, Chief Executive Officer Samali Hotels and Resorts
Luntungan Honoris, Presiden Komisioner of Modern Land
Ted Sioeng, Sioeng Group
Edward S. Soeryadjaya, The Principal of Ortus Holdings Limited
Henry J. Gunawan, Presiden Direktur Gala Bumi Perkasa
Benny Tjokrosaputro, Founder of PT Hanson International Tbk
Anne Patricia Sutanto, Presiden Direktur of PT Panca Prima Eka Brothersp,

Sumber : detiknews

Siapa sih yang tidak ingin tampil menarik?

Berpenampilan menarik tentu saja sangat membahagiakan, apalagi bila lahir dalam keadaan cantik. Tapi bentuk cantik dan penampilan menarik itu dua hal yang terpisah. Karena orang yang tidak cantik pun bisa tampil menarik. Orang yang menarik tidak harus berwajah cantik.

Sebagai orang yang hidup di belahan timur, kecantikan dan daya tarik seseorang dinilai dari cantik lahir dan batin, cantik luar dalam.

Tidak bisa dipungkiri, terutama yang paling sering dijadikan patokan untuk mengukur daya tarik seorang perempuan, adalah ukuran vital. Tubuh yang langsing, payudara montok, tubuh padat berisi, pinggul yang besar, pinggang kecil dan kulit yang bersih mulus.

Namun, seiring dengan waktu, bentuk tubuh bukan satu-satunya alasan pria menilai seorang perempuan menjadi idaman masa kini. Tubuh yang sehat, kepribadian yang menarik serta kecerdasan menjadi gabungan yang sempurna gambaran perempuan idaman.

Tak sedikit perempuan berusaha untuk memiliki tubuh yang sehat, penampilan menarik dan kecerdasan. Nah, bila anda salah satu perempuan yang ingin memiliki ketiga aspek tadi, hilangkanlah 10 kebiasaan buruk yang kelihatannya sepele dalam kehidupan sehari-hari.

Apa saja? Ini dia,

1. Tidak sarapan. Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak sarapan akan menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Ini bisa berakibat pada kurangnya nutrisi pada otak yang akhirnya terjadi kemunduran otak.

2. Terlalu banyak makan. Makanlah secukupnya. Bila terlalu banyak akan berakibat pada mengerasnua pembuluh otak yang menyebabkan menurunnya kekuatan mental.

3. Kebiasaan merokok. Tidak diragukan lago merokok sangat mengerikan pada otak kita. Otak bisa menyusut dan kehilangan fungsinya. Bila usia senja berpotensi terserang alzeìmer.

4. Terlalu banyak mengonsumsi gula. Ini juga berbahaya. Sebab akan menghalangi penyerapan protein dan gizi. Akibatnya tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu.

5. Polusi udara. Karena otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara, maka jangan terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi. Kalau tidak, akan sering telmi.

6. Kurang tidur. Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak justru mati kelelahan.

7. Menutup kepala ketika sedang tidur. Tidur dengan kebiasaan menutup kepala itu berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Lama-lama otak akan tercemar.

8. Berpikir terlalu keras. Beristirahatlah agar otak tetap bekerja dengan efektif.

9. Kurangnya stimulasi otak. Banyak-banyaklah membaca untuk menambah pengetahuan adalah cara terbaik untuk melatih otak. Kurang belajar justru akan membuat otak menyusut, tidak berfungsi maksimal dan semakin menjurus ke arah idiot.

10. Jarang bicara. Bila anda sering menyendiri, sering murung, maka fungsi otak melemah. Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak.

So, jika mampu meminimalkan penyebab kemunduran dan penuaan dini yang sering kali merupakan hal sepele seperti di atas, tentu akan membantu kita tampil menarik, tanpa mengubah bentuk yang sudah diberikan pada kita. Pahamilah bahwa keharmonisan batin seseoranglah yang menjadikan pribadinya menarik dan cantik dalam arti yang sesungguhnya.

Dari berbagai sumber dan dari buku Seksualitas, tombol ajaib untuk meraih kebahagiaan.

Minggu lalu, aku mengajak anak-anak liburan di rumah Oma. Kebetulan, adik-adikku berkumpul, kecuali yang di Kalimantan.

Nah, berhubung libur, tantenya Bianca ngajakin jalan-jalan. Ke Malang Olimpic Garden. Tapi eh tapi, bisa ditebak bagaimana reaksi anak-anakku. Bete dan selalu minta pulang.

Yup. Anak-anak sama sepertiku. Paling gak suka jalan ke pusat perbelanjaan. Entah mengapa, anak-anak memilih segera pulang.

Tapi beda bila diajak ke pantai, taman, atau ke sawah sekalipun. Mereka lebih menyatu dengan alam. Berlari-lari atau sekadar menikmati kesejukan udaranya.

Pagi ini, suami mengajak anak-anak berenang. Dan sungguh senang melihat mereka menikmati liburan kali ini.

Hanya membayar 22ribu untuk empat orang, sudah bisa puas bermain di kolam renang dan menikmati kebun binatang mini. Yang sayangnya tidak sempat kuabadikan karena ribet lari-larian sama anak-anak. Ada merak, burung hantu, monyet, ular, kalkun pun anda. Apa lagi ya?

Ya, menyenangkan anak tak perlu mewah.

Bagaimana liburanmu hari Minggu ini?
Minggu lalu, aku mengajak anak-anak liburan di rumah Oma. Kebetulan, adik-adikku berkumpul, kecuali yang di Kalimantan.

Nah, berhubung libur, tantenya Bianca ngajakin jalan-jalan. Ke Malang Olimpic Garden. Tapi eh tapi, bisa ditebak bagaimana reaksi anak-anakku. Bete dan selalu minta pulang.

Yup. Anak-anak sama sepertiku. Paling gak suka jalan ke pusat perbelanjaan. Entah mengapa, anak-anak memilih segera pulang.

Tapi beda bila diajak ke pantai, taman, atau ke sawah sekalipun. Mereka lebih menyatu dengan alam.
Berlari-lari atau sekadar menikmati kesejukan udaranya.

Pagi ini, suami mengajak anak-anak berenang. Dan sungguh senang melihat mereka menikmati liburan kali ini.

Hanya membayar 22ribu untuk empat orang, sudah bisa puas bermain di kolam renang dan menikmati kebun binatang mini. Yang sayangnya tidak sempat kuabadikan karena ribet lari-larian sama anak-anak. Ada merak, burung hantu, monyet, ular, kalkun pun anda. Apa lagi ya?

Ya, menyenangkan anak tak perlu mewah.

Bagaimana liburanmu hari Minggu ini?
PDI PERJUANGAN (DULU PDI) SEPAK TERJANGNYA
MEMANG ANTI ISLAM (ODOK #18)
Oleh: Agung Pribadi (HISTORIVATOR)
“apabila ada beberapa pilihan yang buruk, pilihlah yang mudharatnya paling sedikit’.
(kaidah ushul fiqh)
Akhir-akhir ini politisi PDIP banyak berulah terhadap umat Islam. Kata-kata mereka menyakitkan umat Islam. Misalnya Jokowi Gubernur DKI dari PDIP mengatakan Presiden
Mesir yang Sah Dr. Muhammad Mursi eksklusif makanya digulingkan, kemudian anggota DPR RI dan Politisi PDIP Eva Sundari berkata bahwa Situs Islam Lebih Berbahaya dari Situs Porno, lalu
Caleg PDIP Zuhairi Misrawi mengatakan dalam akun twitternya berkicau “Kaum Islamis di negeri
ini patut bersyukur, krn kita tidak akan membunuh mereka. Di Mesir, mereka dibunuh dan dinistakan,”
Hal ini tidak mengherankan. Dalam Sejarah Sepak terjang PDIP memang memusuhi umat Islam. Mari kita lihat lintasan sejarahnya.
Ketika PDI Perjuangan meraih suara terbanyak dalam pemilu 1999 Umat Islam panik. Hal ini disebabkan secara historis PDI sejak berdirinya
serta unsur-unsur pembentuk PDI adalah kelompok- kelompok yang senantiasa merugikan (kalau tidak mau disebut memerangi) umat
Islam. Unsur-unsur PDI yaitu PNI, Murba,IPKI, Partai Katholik, dan Partai Kristen Indonesia sejak masa Orde Lama selalu meminggirkan
umat Islam. PNI adalah partai yang
membubarkan Masyumi sebuah simbol persatuan umat Islam.
Ketika masa Orde Baru PDI mendukung Golkar dalam kebijakan-kebijakan yang merugikan umat Islam antara lain Legalisasi AliranKepercayaan
dalam GBHN, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), serta Legalisasi RUU
Perkawinan 1974.
Juga PDI menentang pengesahan RUU Peradilan Agama 1989 dengan mengatakan RUU Peradilan
Agama adalah usaha-usaha menghidupkan Piagam Jakarta. Juga ketika umat Islam mengusulkan libur bulan puasa PDI bersama
Golkar menentangnya.
Ketika masa reformasi umat Islam
menghembuskan isu bahwa Megawati (ketua Umum PDI Perjuangan masa Reformasi) tidak
terlalu memperhatikan aspirasi umat Islam, Megawati membantah dengan mengatakan bahwa kalau ia menjadi presiden ia akan membenahi urusan haji ternyata sampai ia menjadi presiden belum juga membenahi semrawutnya penyelenggaraan ibadah haji yang
sarat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
Tanggapan Megawati bahwa ia akan membenahi pengurusan ibadah haji ini juga tipikal jawaban golongan kebangsaan yang netral agama (nasionalis sekuler) yang menganggap bahwa urusan agama Islam hanyalah rukun Islam yang
lima. Sebuah tipikal pemikiran yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, Masa Orde Lama dan Masa Orde Baru.
Umat Islam menentang Megawati sebagai presiden karena di kalangan mereka beredar
foto Megawati yang berdoa dengan cara agama Hindu, ini juga menjadi alasan penentangan umat Islam terhadap Megawati.
Kemudian umat Islam juga mendapati bahwa mayoritas caleg PDI Perjuangan dalam DCS (Daftar Caleg Sementara) adalah non muslim. Kebijakan ini kemudian dikoreksi PDI Perjuangan dalam DCT (Daftar Caleg Tetap) tidak lagi
mayoritas non muslim daftar calegnya, akan tetapi tetap saja jumlah caleg non muslim terlalu
banyak alias tidak proporsional dengan persentase jumlah non muslim di Indonesia.
Kemudian terjadi peristiwa intimidasi terhadap ulama oleh Satgas PDI Perjuangan ataupun
oleh kader mereka yang "nongkrong-nongkrong"
di Posko PDI Perjuangan, sebuah peristiwa yang semakin membuat umat Islam menjadi sangat resisten terhadap Megawati.
Pada masa awal pasca Suharto juga terjadi eksodus besar-besaran orang-orang Orde Baru mantan Golkar dan TNI ke jajaran kepengurusanpusat PDI Perjuangan. Orang-orang itu antara lain Jacob Tobing dan Theo Syafi'i.
Kemudian Theo Syafi'I berceramah yang dianggapmenghina umat Islam dan tidak menganggap penting peranan umat Islam dalam
perjuangan kemerdekaan.
Semakin renggang sajalah hubungan Megawati dengan umat Islam. Kemudian juga beredar isu
bahwa Theo Syafi'I dan Alex Litaay dari jajaran pengurus Pusat PDI Perjuangan berperan dalam
pendanaan konflik Islam-Kristen di Ambon. Dari segi pemikiran Teologi dan Fiqh sebagian (Tidak Semua) umat Islam juga mengharamkan
presiden Perempuan. Pemikiran ini antara lain diwakili oleh PPP, PBB, dan PK. Sementara PAN dan PKB membolehkan presiden perempuan.
Kemudian sebelum Sidang Umum MPR 1999 umat islam berkumpul dan melakukan konsolidasi di rumah Presiden (demisioner) Habibie. Mereka rapat dan memikirkan upaya-upaya
menghadang jalan Megawati ke kursi kepresidenan. Habibie bersedia mundur dari pencalonan kalau memang rapat itu memutuskan bukan dia yang maju. Tapi Habibie benar-benar rela kalau yang maju adalah Amien Rais.
Amien Rais dalam rapat ini ngotot untuk mencalonkan Gus Dur sebagai Presiden. Akhirnya Poros Tengah dan Sebagian anggota golkar setuju untuk memilih Gus Dur sebagai Presiden serta mengatur Akbar Tanjung menjadi ketua DPR, AMien Rais menjadi ketua MPR. Umat Islam kali itu berhasil dan Gus Dur berhasil terpilih sebagai Presiden RI yang keempat.
Akan tetapi dari bulan Mei sampai Juni 2001 terjadi perubahan dukungan umat Islam. Mereka
yang tadinya berpendapat ABM (Asal Bukan Mega) berubah menjadi ABG (Asal Bukan Gus
Dur). Dengan berpegangan pada kaidah ushul fiqh yaitu mencegah mudharat lebih diutamakan
daripada mengambil manfaat mereka sepakat untuk menurunkan Gus Dur dan mengangkat Megawati sebagai Presiden. Juga umat Islam
yang tadinya mengharamkan Presiden Perempuan menjadi menghalalkan dengan alasan darurat.
Ternyata pendapat umat Islam bahwa kalau Megawati menjadi presiden akan merugikan umat Islam terbukti saat ini. Ketika Megawati menjadi Presiden ia mendirikan badan baru yaitu BIN (Badan Intelijen Negara). Umat Islam trauma dengan praktek- praktek operasi intelijen
pada masa Orde Baru yang menindas umatIslam seperti pada kasus Tanjung Priok, Talang Sari Lampung, Demonstrasi menentang RUU Perkawinan, Aliran Kepercayaan, dan P4, serta Asas Tunggal. Ditambah lagi ketua BIN itu adalah AM Hendropriyono "Sang Penjagal" pada peristiwa Talang Sari Lampung 1989.
Ia juga musuh politik Abu Bakar Ba'asyir ketua Majelis Mujahidin Indonesia sebuah organisasi
massa Islam yang menghendaki penerapan Syariat Islam di Indonesia melalui jalur konstitusional.
Pada Masa awal pemerintahan Megawatipun terjadi tragedi World Trade Center (WTC) tanggal 9 September 2001. Sebuah peristiwa
penghancuran Menara Kembar New York WTC dengan cara menabrakkan dua buah pesawat
jumbo jet. Pasca peristiwa ini Megawati menjadi kepala negara pertama yang mengunjungi AS
dan memberikan dukungan kepada George W. Bush dalam upayanya perang melawan terorisme.
George W. Bush pun menawarkan bantuan dan kerjasama dengan militer dan polisi Indonesia
dalam perangnya ini. Terjadilah penangkapan terhadap Ja'far Umar Thalib dan Habib Rizieq Shihab. Dengan tuduhan yang mengada-ada. Juga terjadi penculikan terhadap Umar Al Faruq yang dituduh menjadi pentolan Al Qaeda untuk cabang Asia Tenggara. Terjadi pula penangkapan terhadap Tamsil Linrung (bendahara PAN), Abdul
Jamal Balfast, dan Agus Dwikarna (anggota Komite Persiapan Penerapan Syariat Islam
Sulawesi Selatan) di Filipina yang disinyalir ada kerja sama dengan intelijen Indonesia.
Tepat setahun sebulan sehari setelah Tragedi WTC terjadilah tragedi bom Bali. Lalu terjadilah
petaka terhadap umat Islam yaitu adanya penerapan Perpu Anti Terorisme yang kemudian
berubah menjadi UU Anti Terorisme. Perpu dan UU ini ibarat pukat harimau yang menjaring
segala jenis ikan, binatang, bahkan karang laut.
Yang tertangkap karena UU pukat harimau ini bukan hanya yang benar-benar membom seperti
Amrozi, Imam Samudra, Mukhlas, dan lain-lain melainkan juga menangkap aktivis mesjid
yang tidak melakukan aksi terorisme apapun.
Para Penceramah yang keras juga sejak adanya perpu anti terorisme mulai diincar aparat intelijen baik dari kepolisian maupun militer.
Targetnya terutama aktivis yang ingin menerapkan syariat Islam di berbagai daerah.
Target yang diperluas adalah orang- orang yang aktif di ormas Islam yang kritis terhadap pemerintah. Misalnya penangkapan terhadap
Abu Bakar Ba'asyir , dan Suripto , serta alumni jihad Afghanistan, Ambon, dan Poso.
Hal-hal di atas semakin memperburuk hubungan Megawati dengan umat Islam. Jadi selain
performa Megawati buruk di mata wong cilik akibat penggusuran dan mahalnya harga barang, Megawati juga buruk di mata umat Islam karena hal-hal yang dibeberkan di atas.
Jadi dari dulu sampai sekarang PDI dan PDI Perjuangan memang anti Islam
Wallahu A”lambish Shawab..

SAUDARANYA BUTUH UANG, NGAKU GAK PUNYA UANG PADAHAL SEDANG BAKAR UANG

OLEH: AGUNG PRIBADI
ODOK #17

Hari ini hampir tidak bisa ODOK karena rumah saya jam 3 pagi tiba-tiba bau rokok. Pernah baca
di Kompasiana katanya kalau rokok membuat seseorang jadi produktif maka hukumnya wajib.
Ngarang banget, itu sih bisa-bisanya perokok mau melegitimasi perbuatannya. Berarti kalau
merusak produktivitas haram dong.
Perokok itu orang paling egois di dunia. Hanya diri sendiri yang dipikirin, orang lain yang jadi
mati gara-gara jadi perokok pasif gak dipikirin. Di buku Pak Isa, Home Safety ada anak kecil meninggal karena kehabisan oksigen karena
ayahnya merokok di sebelahnya, Saya pernah inbox-an sama ibu-ibu yang ingin beli buku gara-gara Indonesia ngaku gak punya uang.
Padahal harga buku gara-gara Indonesia saat itu sedang diskon 25% jadi 31500.

Saya tanya, suaminya ngerokok ngga? Dia jawab: iya sebungkus sehari. Kalau suaminya berhenti
merokok bisa beli 10 buku Gara-Gara Indonesia.

Gak usah berhenti deh kurangin aja jadi setengah bungkus, sebulan dia bisa beli 5 buku Gara-Gara Indonesia.

Kewajiban suami itu memberikan pendidikan pada istri dan anak. Ini istrinya ingin menuntut ilmu, padahal murah Cuma 31500 tidak dikasih uang. Berarti pelit. Udah mah nggak mendidik istrinya, istrnya mau belajar mandiri gak dikasih uang. APa masih makruh tuh hokum rokok? Ada lagi yang ingin ikut wokshop menulis ngaku gak punya uang. Katanya 300.000 kemahalan (kalau bayar jauh-jauh hari 300,000 kalau sudah dekat
hari H, 400.000) Saya berikan pertanyaan yang sama, ternyata jawabannya sama. Suaminya
perokok. Padahal kalau suaminya berhenti merokok, istrinya bisa ikut workshop.

Gimana kalau nanti ditanya Allah di akhirat,
“Mengapa kamu tidak memberikan pendidikan ke istri? “

“Tidak punya uang ya Allah?”

“Alasan! Itu setiap bulan uangnya rp 300.000 kamu bakar!”

“Mengapa kamu tidak menyumbang makanan
dan selimut kepada saudara-saudara kamu yang
berjihad di Palestina? Mengapa kamu tidak menolong dengan uang kamu saudara kamu yang dibantai di Palestina, Irak, Rohingya,
Suriah, Afrika Tengah?”

“Tidak punya uang ya Allah?”

“Alasan! Itu setiap bulan uangnya rp 300.000 kamu bakar!”

Masih ngaku gak punya uang?! Masih makruh hukum rokok?

*******

Siapa pun pasti bisa menulis. Tapi tidak semua bisa jadi penulis.

Kok begitu?

Coba kita pahami dulu apa itu Penulis dan apa itu Menulis.

Definisi Penulis versi Wikipedia
Penulis adalah sebutan bagi orang yang melakukan pekerjaan menulis, atau menciptakan suatu karya tulis.
Menulis adalah kegiatan membuat huruf (angka) menggunakan alat tulis di suatu sarana atau media penulisan, mengungkapkan ide, pikiran, perasaan melalui kegiatan menulis, atau menciptakan suatu karangan dalam bentuk tulisan.

Karya tulis bisa berupa karya tulis ilmiah: penelitian, makalah, jurnal; tulisan jurnalistik:artikel, opini, feature; sastraatau fiksi (termasuk prosa, novel, cerpen, puisi). Format
tulisan penerbit berupa media cetak: buku, majalah, tabloid, koran; media on-line/internet: (website, blog; media jejaring sosial: facebook, twitter, google plus dan sebagainya.

Padanan istilah penulis adalah pengarang, penggubah, prosais, pujangga, sastrawan. Berpadan kata pula dengan pencatat, carik (Jawa), dabir (arkais), juru tulis, katib (Arab), kerani, klerek (arkais), panitera, sekretaris, setia usaha. Pelukis dan penggambar kadangkala juga dimasukkan sebagai padan kata penulis.

Pada umumnya seorang penulis harus memiliki tiga keterampilan dasar menulis :
1. Keterampilan berbahasa dalam merekam bentuk lisan ke tulisan, termasuk kemampuan menggunakan ejaan, tanda baca, dan pemilihan kata.
2. Keterampilan penyajian, seperti
pengembangan paragraf, merinci pokok bahasa menjadi sub bahasan pokok, dan susunan secara sistematis.
3. Keterampilan perwajahan, termasuk kemampuan pengaturan tipografi seperti penyusunan format, jenis huruf, kertas, tabel
dan lain sebagainya.

Oke, Bukankah Mudah? Kok ada pernyataan tidak semua orang bisa jadi penulis?


Hmm, begini...

Pernahkah anda membaca tulisan, katakanlah cerita, pendek saja, tapi cerita tersebut tidak nyantol di hati anda. Padahal, tulisannya rapi, tidak ada salah ketik, tanda baca oke semua. Tapi sungguh, alur yang disajikan membuat anda sudah pusing tujuh keliling ketika membaca paragraf demi paragraf.

Kalau penulis cerita tersebut melakukannya sesekali saat ia menulis, bisa jadi ia memang sedang hilang fokus. Tapi bagaimana bila setiap menulis cerita, tetap seperti itu?
Ini namanya egois. Penulis hanya merasa ceritanya bagus. Hebat dan membanggakan imajinasinya. Tapi percuma saja, bila pembaca lainnya tidak memahami apa yang dituliskan si penulis.

Tapi kan teknis menulisnya sudah bagus?


Kalau kisah yang ia tulis sudah bagus, hidup dan masuk di jiwa pembaca, tapi tulisannya tak rapi, eyd berantakan, tanda baca salah, nah, itu sudah wajib dibenahi. Namanya juga belajar. Teorinya memang dalam tulisan tidak boleh menganggap remeh apa yang saya sebutkan tadi. Namun, semua itu bisa diperbaiki. Harus mendisiplinkan diri untuk menulis dengan rapi.

Nah, kalau teknis menulisnya sesuai teori, tapi cerita hanya bisa dimengerti penulisnya saja, bagaimana? Kembali lagi, apa tujuan anda menulis?

Koleksi pribadi? Atau hendak membagikan sesuatu untuk orang lain?
Bertanyalah pada hati anda, maka akan terjawab, anda termasuk penulis yang egois atau tidak?
Siapa bilang menulis hanya butuh teori? Menulislah dengan hati dan rasamu.
Selamat Menulis.
"Tak ada cara terbaik menikmati perjalanan selain membiarkan dirimu tersesat."

Kalimat itu tertulis dengan tinta hitam di lembar yang ditandatangani penulis berkaca mata, Bamby Cahyadi.

Aku mengenal sosoknya ketika bergabung di sebuah komunitas menulis di akhir tahun 2008. Sejak itu pula, aku mengagumi cerpen-cerpen karyanya.

Perempuan Lolipop, adalah kumcer terbarunya. Melihat sampul depannya saja, aku sudah bisa mencicipi kemanisan yang tersaji. Dibayanganku, isinya tentu semanis permen lolipop. Tapi eh tapi, aku benar-benar tersesat di dalamnya. Setiap membuka lembaran baru, aku tercengang dengan kesesatan yang timbul dalam tiap barisan kata cerita yang sesungguhnya penuh kesedihan.

Tak seperti cerpen-cerpen yang kubaca, yang kebanyakan penuh letupan di pembuka kisah, cerpen di Perempuan Lolipop ini kurasa seperti air sungai yang mengalir dan aku serupa daun yang hanyut bersamanya. Tenang. Sesekali nyangkut di bebatuan, atau kayu, lalu hanyut kembali terus mengikuti kemana aliran sungai bermuara.

Perjalanan yang indah. Memaknai kematian dan kepedihan dengan caranya sendiri.
Manis bukan? Misteri kehilangan yang cukup membawamu paham, bahwa hidup takkan indah bila kau tak pernah tersesat.

Nikmatilah dengan duduk sendiri di bawah pohon sambil mengulum lolipop di mulutmu. Kau kan tersesat bersama Perempuan Lolipop.

Jangan lupa baca yang pertama ya

Memberikan pengetahuan seks pada anak bukan berarti mengajarkan mereka beraktifitas seks. Itu dulu yang perlu diingat. Membicarakan seks atau mencari informasi yang benar tentang seks bukanlah dosa. Yang salah adalah apabila kita memakai seks untuk tujuan yang tidak baik dan melawan norma agama maupun nilai di masyarakat.

Dalam memberi pengetahuan tidak ada kata terlalu dini atau sudah terlambat. Kapan pun anak-anak bertanya, maka saat itulah mereka membutuhkan informasi yang benar, jujur dan bertanggung jawab. Yang perlu orang tua perhatikan hanya sesuaikan daya tangkap anak dengan usianya.

Misalnya, ada orang tua yang anaknya masih berusia enam tahun bertanya, "Apakah boleh anak laki-lakinya sering mandi bersama untuk pendidikan seksnya?"

Untuk anak laki-laki, identifikasi yang paling baik adalah dengan ayahnya, begitu pula sebaliknya. Tetapi, untuk anak usia enam tahun, maka sebenarnya jauh sebelum itu dia sudah melihat berbagai perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Sudah saatnya tidak lagi mandi bersama. Selain itu, informasi seks bisa diberikan lewat gambar tanpa harus melihat langsung yang sesungguhnya.

Sebenarnya banyak sekali pertanyaan tentang bagaimana memberi pengetahuan terhadap anak. Sebagai orang tua, masing-masing punya cara sendiri mendidik buah hati. Sebaiknya untuk urusan yang satu ini, kita sebagai orang tua jangan lagi beranggapan anak-anak belum waktunya tahu soal seks. Seks bukanlah tabu bila kita bisa menyampaikannya dengan baik. Terbuka pada anak, agar anak juga tak takut bertanya. Lebih berbahaya bila anak mencari tahu apa yang ada di benaknya pada tempat yang salah. Kebayang tidak, bila anak bertanya dan kita justru memarahinya? Ia pasti penasaran dan berusaha mencari tahu sendiri.

Jangan biarkan anak kita mendapat pengetahuan yang salah tentang seks, atau justru terjerumus dengan pemahaman yang tidak benar.

Yuk, mari duduk dan mulai bicarakan ini pada anak anda.

*gambar adalah buku Bagaimana Harus Memulainya?
Sebuah buku tanya jawab antara anak remaja & orangtua seputar seksualitas.
Bagaimana Memulainya?

Sebagai orang tua yang memiliki dua anak balita, rasanya saya belum pantas untuk berbicara tentang hal ini. Tapi saya pikir, tak ada salahnya. Toh saya juga harus memberikan pengetahuan tentang seks pada anak kelak. Mengingat, Kahpie si Jagoan juga sudah memahami kalau dia dengan adiknya yang perempuan berbeda.

Misal satu hari ia bertanya, "Kok kalau dedek pipisnya harus jongkok? Trus kok kayak gitu?" ujarnya sambil menunjuk alat kelamin adiknya.

Bingung juga, gimana ya ngomongnya? Kata-kata apa yang pantas diucapkan sebagai penjelasan buat anak seusia Kahpie?

Ternyata bukan hanya saya. Tak sedikit orang tua yang masih beranggapan tabu bila kita berbicara tentang seks dan atributnya. Banyak orang tua yang merasa tak nyaman untuk berbicara dengan anak mereka tentang seks dn sistem reproduksi. Makanya banyak orang tua juga bingung, bagaimana memulainya.

Saya sebenarnya risih, ketika ada seorang ibu yang menggoda anak lelakinya yang masih berusia balita saat tidak mau pakai celana.

"Ayo, kakak pakai celananya. Nanti burungnya lepas!"

Atau...

"Ayo cebok dulu, nanti memeknya gatal."

Menurut saya, sejak dini anak harus dibekali dengan kemampuan menyebut alat kelaminnya dengan nama sebenarnya.

Banyak orang yang menyebut penis dan vagina dengan cara yang vulgar dan dengan lelucon yang jorok tetapi itu tidak berarti bahwa bagian-bagian itu "jorok" atau "kotor'. Bagaimana mungkin Allah menciptakan sesuatu yang kotor. Penis dan vagina adalah bagian tubuh yang istimewa sama seperti tangan atau kaki atau bagiam tubuh kita yang lain. Organ seks diciptakan sama indahnya dengan organ lainnya.

Saya ingat waktu Kahpie bertanya, "Kok burung sih? Kan gak punya sayap. Kan gak bisa terbang...
Aneh...."

Nah, saya tak ingin dia terus beranggapan itu burung. Karena alat kelaminnya punya nama. Itu penis.

Ya, penis. Tak ada yang aneh dengan nama itu. Yang bikin aneh adalah pikiran manusianya. Bila sejak kecil sudah diajarkan mengucap yang benar, pikirannya tidak lari kemana-mana. Cukuplah dia paham bahwa itu nama kelaminnya. Bukan burung.

Apakah seks itu rahasia? Sebenarnya di sekolah atau di dalam masyarakat ada banyak pembicaraan tentang seks. Akan tetapi pembicaraan membahas seks itu memakai istilah-istilah yang tidak sepatutnya, dalam lelucon kotor dan dalam bentuk yang salah.

So, Bagaimana kita memulainya?

Sebenarnya anak-anak kita sendiri, seringkali memberi kita pintu masuk untuk mulai membicarakannya. Ketika mereka bertanya dengan ragu-ragu dan suara kecil karena takut kena marah, atau ketika sedang nonton tivi bersama dan melihat adegan tertentu. Semua itu dapat menjadi pembuka, asal orang tua sudah menyiapkan diri dan berbesar hati untuk selalu menyadari bahwa anak-anak sedang bertumbuh dan memerlukan pendampingan dan bimbingan. Kalau bukan kita siapa lagi yang kita harapkan mendampingi anak-anak?

Bersambung...

Masih ingat giveaway kemarin?

Nih baca di sini

So, jangan lupa ikutan ya. Ada dua tulisan yang terpilih untuk mendapatkan buku di gambar.

Jangan lupa saya tunggu paling lambat tanggal 9 April 2014 pukul 00.00

Yuuk :)

Adalah hal yang paling menyebalkan. Apalagi kalau cuma itu satu-satunya alat yang sangat membantu aktifitasku.

Sungguh ini sebuah pelajaran berharga. Penting banget untuk memiliki tempat penyimpanan cadangan, seperti flashdisk atau hardisk eksternal. Selama ini tidak satu pun cadangan kubuat. Menyesal banget.

Ternyata ada yang lebih efektif sebenarnya. Penyimpanan online. Google Drive misalnya. Huh, kenapa gak dari dulu sih nyimpen di sono. Tambah menyesal.

Namun, semangat tak boleh ikut lenyap. Meski takkan sama, tak ada salahnya menuliskan kembali.
Mari semangat Rina.

Kalau disesali dan terus menangis, tak ada gunanya.

Tulis pake hape yaaaa.
*Jempol keriting.
Dia menatapku dalam-dalam, bukan dengan rasa cinta atau sayang, tetapi dengan perasaan bersalah.
"Siapa perempuan itu?" Aku bertanya, mencoba menahan amarah dan kepedihan di dalam hatiku.
"Seseorang..... dan kau takkan mengenalnya," sahutnya tenang, seolah-olah dengan tidak mengenal perempuan itu akan mengurangi sakit yang kurasakan. Mata ini mencoba memandangnya, tetapi aku sadar yang bisa kulakukan adalah menatap lantai dan berharap air mata yang membendung tidak berjatuhan. Bisa kurasakan dia perlahan bergeser mendekat, tangannya diletakkan di bahuku untuk menenangkanku.
Cepat-cepat kutepis tangannya, tidak menginginkan bujukan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
#olivia

Tulisan seperti ini sering kita baca atau bahkan mungkin pernah kita alami. Namun adakah yang bisa melanjutkan kisah ini agar bisa menjadi sebuah kisah utuh?
Yuk lanjutin dengan ide kamu. Akan ada hadiah menarik untuk 2 tulisan terpilih
Seberapa sering kamu sakit kepala dan terserang flu berkepanjangan dalam setahun?

Hmm... Sering? Waduh...

Hehehe, sebagai wanita yang sudah berumah tangga, saya jarang sekali terserang flu. Paling ya hanya flu sehari dua hari karena udara dingin. Kalau sakit kepala, sering sih... Karena banyak mikirin orang yang gak perlu dipikir hahaha.

Di zaman yang serba modern ini, banyak hal yang membuat stress datang tanpa diharapkan. Bukan cuma pada orang dewasa, anak-anak saja bisa mengalami stres dan lemah baik fisik atau mental.

Nah, kali ini saya ingin menuliskan sesuatu yang berhubungan erat sekali dalam kehidupan rumah tangga. Percaya gak percaya, suami istri yang sudah menghayati hidup sehat saja, masih bisa menderita sakit berkepanjangan. Mengapa oh mengapa?

Ternyata salah satu penyebabnya adalah mereka jarang melakukan hubungan seks bersama. Huff. Kasihan heheh.

Tak sedikit orang yang beranggapan, jika sudah letih bekerja, melakukan hubungan seks justru akan menambah capek. Padahal, saat melakukan hubungan seks, kita memberikan kesempatan pada tubuh kita untuk lebih rileks. Otot yang tegang bisa lentur kembali, saraf ayng tegang karena beban kerja dan pikiran pun akan kembali rileks. Tentu saja ini berpengaruh pada stamina.

Apa saja sih enaknya Seks bagi jiwa?

Seks, Meningkatkan Stamina Tubuh

Orang yang telah berumah tangga tentu saja, bila sering melakukan kegiatan seks, lebih ampuh melawan virus-virus penyakit seperti flu dan penyakit lainnya. Menurut para ahli, pada waktu bercinta, tubuh memproduksi banyak immunoglobine A yang merupakan imun untuk melawan serangan penyakit. Aktivitas seksual membuat pertahanan alami tubuh kita lebih baik.

Seks, Memperpanjang Hidup

Lagi-lagi menurut para ahli, membuktikan bahwa semakin banyak orgasme akan memperpanjang usia. Apalagi bagi pria dan wanita yang berusia senja yang lebih sering bercinta dapat lebih panjang usianya dan terlihat lebih muda. Pasangan yang tua, yang sering bercinta, kelihatan sepuluh tahun lebih muda dibandingkan mereka yang kurang bercinta atau bahkan yang sudah melupakan kegiatan seks.

Seks, Membuat Langsing

Seks sama dengan berolahraga. Rata-rata satu jam penuh berhubungan seks, mengahbiskan 60-155 Kalori. Kegiatan seks jugan sebahai bahan antiselulit untuk wanita, dapat membuat kulit menjadi kuat dan elastis. Bercinta membuat hormon estrogen meningkat. Hormon ini menolong wanita mengikis lemak di bawah kulit paha, sehingga menjadikan paha lebih padat dan terlihat kencang dan juga indah.

Seks, Sebagai Obat Alami

Jika anda adalah pelanggan sakit kepala tanpa sebab, melakukan hubungans eks adalah cara terbaik untuk menghilangkannya. Ini karena pada waktu bercinta, otak membuat hormon endorfin meningkat. Perasaan jadi nyaman. Selain itu juga, bagi wanita yang punya penyakit artritis (infeksi sendi) bercinta bisa membuat penyakit itu hilang.


Pokoknya seks itu menyenangkan. Lakukanlah bersama pasangan sah anda :)
Saya sendiri rutin melakukannya, tubuh lebih bugar, sakit kepala hilang dan perasaan nyaman terus hinggap di hati dan pikiran saya.

Kalau kamu?

Sumber : Buku Seksualitas Tombol Ajaib Untuk Meraih Kebahagiaan
Sebagai ibu rumah tangga yang kebanyakan menghabiskan waktu hanya di dalam rumah, aku kadang merasa kesepian, karena jarang bisa berkomunikasi dengan teman-teman di dunia nyata. Kalau dunia maya, jangan ditanya :D

Sebagai makhluk sosial, tentu saja kita butuh orang lain, berinteraksi dengan sesama. hubungan yang indah, adalah saat kita tahu bahwa ada seseorang yang kepadanya dapat kita percayakan sebagian  besar rahasia dan dengan  senang hati selalau ada menjaga rahasia itu sepanjang masa. Itulah teman sejati, yang selalu mampu membuat kita tertawa dan memberi semangat kala kita jatuh. Teman sejati mampu menyayangi kita walaupun kita pernah salah.

Teman hidup atau pasangan nikah belum tentu merupakan teman sejati, walaupun seharusnya demikian. Ada beberapa kisah, orang-orang yang terjebak dalam realita bahwa mereka hidup berpasangan dengan orang yang sama sekali tidak mereka kenali, kebiasaan, hobi, visi dan misi yang tidak sejalan. Tak jarang juga ini menjadi penyebab perceraian. Yang miris adalah, saat berpisah yang mereka katakan adalah masih saling mencintai tapi tidak dapat hidup berdampingan lagi karena ketidakcocokkan di antara mereka.

Tidak mudah menjadi teman sejati. Teman sejati adalah yang mampu membuat kita tersenyum dan mendorong untuk hidup lebih maju dan menuju kesuksesan. Teman sejati yang seharusnya adakah yang mau meminjamkan telingam berbagi doa, dan selalu mau membuka hati untuk kita. Teman sejati mampu menegur kalau kita melakukan kesalahan dan mulai melenceng. Teman sejati juga mau merangkul kita saat berduka. Kadang kala, teman sejati membuat kita kesal dan geram saat mereka tidak sejalan dengan apa yang kita pikirkan, bahkan berani memarahi kita dan menasihati. Teman sejati bisa jauh di mata tapi dekat di hati.

Aku beruntung, karena mendapat seorang teman akrab dan teman sejati. Semua orang tentu mendambakan memiliki teman sejati yang bukan sekadar teman akrab. Sepasang teman sejati mampu berbagi duka dan suka juga yakin akan keajaiban kasih sayang. Dialah suamiku.

Kalau kamu? Sudahkah memilikinya?
picture from gugel



Masih ingat GiveAway awal bulan yang beberapa hari lalu saya umumkan?
Kalau lupa nih saya ingatkan lagi, tiap awal bulan, saya ngadain GiveAway kecil-kecilan.

Karena ini sudah tanggal 1, silakan yang ingin ikutan, posting tulisan anda di blog masing-masing ya. Tema awal bulan ini yaitu : SARAPAN PAGI

Tulisan terbaik, akan mendapat satu buku Catatan Hati Pengantin Plus tanda tangan Bunda Asma Nadia dan saya tentu saja hihihi. *narsis teteup.

Dua karya terbaik berikutnya akan mendapat pulsa senilai 20k dan 10k.

Jangan lupa backlink blog ini dan sertakan gambar berikut ya.... Plus di bawah postingan sertakan : "Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway Yuk Menulis Part 1"

kalau sudah posting, tinggalkan link postinganmu di kolom komentar ya :)


PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI