Google+ Followers

Rabu, 12 Maret 2014

Ternyata Cinta itu...

Bb yang kubanting dan tercerai berai itu kupungut. Aku kesal. Ternyata paswordnya sudah diganti. sementara ada dua notifikasi dari bbm. Pasti dari wanita itu. Dipenuhi kebencian yang entah apa lagi namanya, kusembunyikan bb hitam milik suami ke dalam lemari pakaian. Dijamin takkan ia temukan. Sebab biasanya aku yang menyediakan baju untuk dipakainya.
Setelah semalam tidur di kamar terpisah, pagi ini rumah hanya penuh dengan kicauan burung dan gelak tawa anak-anak. Mungkin karena suami pun galau, dinyalakanlah lagu-lagu dari andronya dan dengan speaker super bass ia ikut bernyanyi. Bengak-bengok tepatnya. Dari dapur aku hanya senyum-senyum sendiri. Sambil berkata dalam hati..."Kita lihat saja siapa yang kuat bertahan diem-dieman."
Suami berangkat kerja. Rumah jadi tambah sunyi. Masih jam delapan pagi. Tapi anak-anak sudah mibta dininabobokan. Sambil nyanyi kulirik hapeku. Ada sms. Dari adik iparku ternyata.
"Teteh.... lagi ngapain? Cuma pengen bilang, Teteh harus yakin sama Aa. Coba teteh bayangin. Aa rela ikut teteh ke Malang, jauh dari semua keluarganya. Padahal sudah tahu kalau tidak sudi dianggap mantu sama ortu teteh. Itu membuktikan seberapa besar sayang dan cinta Aa ke teteh. Percayalah. Kalau ada yang dilindungi yaitu kalian. Bukan wanita itu. Aa juga salah, tapi ade mohon... jangan mau kalah oleh wanita yang sudah jadi hantu itu. Tugasnyq hantu ya mengganggu..."
Ada yang jatuh dari mataku. Benar juga. Harusnya aku yakin pada suamiku. Bukannya malah bertindak bodoh seperti ini. Kebayang betapa beratnya suami harus hidup di kota yang jauh dari sanak saudara. Ditolak mertua pula. Huff. Buru-buru ku whatsapp suami. Meminta maaf karena sudah membiarkannya tidur sendirian walaupun tengah malam kudatangi dan selinuti ia.
Tak kuduga. Jawabannya menyejukan hati. Tak ada yang salah. Ia juga memberi pasword bbnya. Bianc. Langsung kubuka. Dan ternyata tidak ada kontak bbm wanita itu lagi. Suamiku tetap memilihku. Aku sudah berburuk sangka.
Maafkanlah aku. Aku janji takkan lagi bertindak kekanak-kanakan.
Tapi jujur aku masih takut pada hantu itu. Lebih parah lagi, dendamku ini sungguh mendarahdaging. Tiba-tiba seringainya membayang di bolamataku.
hiiiii

4 komentar:

  1. dendam dan cemburu memang membabi buta ya kalo sampe dilampiaskan. yang penting saling percaya aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar.... :D
      semoga selalu bisa saling percaya. terimakasih sudah baca... :)

      Hapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI