Google+ Followers

Minggu, 16 Maret 2014

Syukuri Hidupmu, Nikmatilah


Satu siang, saat hujan badai, di sebuah cafe. Seorang pengunjung berbicara dengan penjaga cafe.
Mengapa Tuhan izinkan ada hujan badai bahkan tornado terjadi?
Tanyalah tukang kebun
Kok malah nanya tukang kebun iki piye toh?
Dia tahu bagian mana dari sebuah pohon atau tanaman yang harus dipangkas agar ia tumbuh menjadi tanaman yang terbaik.
Hubungane opo trus?
Begitu juga alam. Memangkas yang tidak baik dengan kejadian-kejadian bencana alam seperti yang kau sebut dalam pertanyaanmu tadi. Begitulah cara Tuhan memulihkan bumi kita ini.
Si penanya manggut-manggut. Hujan makin deras. Gulungan tornado sudah tampak dari jendela. Hatinya tiba-tiba berdoa. Berharap Tuhan jangan dulu memangkasnya. Ia tak pernah berdoa sejak lama.
Mendadak ia begitu mensyukuri kehidupannya yang berusia panjang tapi membosankan. Dan ia mau hidup lebih lama lagi...

~00~

            Ya begitulah manusia. Kadangkala menyia-nyiakan kehidupan yang telah diberikan Tuhan. Waktu terbuang percuma saat kita melakukan hal-hal yang kita sukai namun tak membawa manfaat dalam kehidupan kita.
            
           Aku juga sering seperti itu. Detik terus berputar, hingga akhirnya kusadari terlalu banyak menunggu untuk bertindak. Bahkan untuk mengucap syukur atas karunia yang Allah berikan pun, aku suka menunda.

            Semakin menyadari bahwa hidup itu singkat dan terlalu lena dengan keadaan ‘berkompromi dengan waktu’, aku lupa sekeliling yang memang harus dinikmati keindahannya. Suami dan anak-anak, mereka adalah karunia terdekat yang harus aku syukuri.


            Mumpung masih ada kesempatan, peluk dan ciumilah orang-orang yang anda kasihi. Katakan bahwa kau beruntung memilikinya. J

3 komentar:

  1. Postingan yang bagus. Boleh blogwalking ?, bolehlah ya. Jadi gini, buka ya blog gue, azizkerenbanget.blogspot.com. Disitu ada cerita tanteng buku gue, dan tentang pengalaman pribadi gue. Tapi tetep ada informasi dan tips yang ngawur kok, tapi tetap benar informasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai-hai, salam kenal, makasih sudah mampi, ntar kujalan-jalan ke blogmu :)

      Hapus
  2. iya, seringnya manusia lupa mengucapkan syukur dan lebih senang memikirkan apa yang tidak dimiliki ketimbang memikirkan apa yang dimiliki.

    *blogwalking*

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI