Google+ Followers

Selasa, 25 Maret 2014

Status Estafet menjadi Cerpen - Izinkan Kau Kupanggil Kakak

Apa yang paling membahagiakan buatmu?
Bagiku, hal yang paling membahagiakan adalah ketika apa yang kulakukan bisa menjadi inspirasi buat orang lain. Begitu juga dalam menulis, banyak cara untuk mengasah kemampuan menulis kita. Asal mau mencoba dan berani untuk maju.


Beberapa waktu lalu, aku mendengar sebuah kalimat yang cukup membuat aku berpikir. "Aku lagi gak bisa nulis. Aku ingin menulis kata-kata yang berbeda dari yang lain. Namun, aku masih belum tahu bagaimana cara menuliskannya."

Nah, kata-kata seperti itu yang bikin aku males. Bukan males nulis, bukan. Cuma malas ikut-ikutan ngomong, gak tahu bagaimana cara menuliskannya. 

Sudah dicoba menuliskannya? Belum kan, bagaimana kau tahu kalau belum mencobanya. Jangan dulu pikir, kata-kata apa yang harus dipakai. Kelamaan mikir, tulisanmu gak akan jadi. Tuliskanlah dulu. Latih gunakan kosa-kata yang sudah ada di kepalamu. Kalau merasa kurang, banyak-banyaklah membaca. Setiap ketemu kata-kata baru, simpen, cari artinya, dan bisa kamu pakai di tulisanmu nanti.

Seperti ini, tulisan Muhammad Agus Riwayanto yang terpacu karena melihat status estafet yang jadi cerpen.

Selamat membaca :)


Izinkan Kau Kupanggil Kakak


Tentang sebuah nama, tentang sebuah sosok. Tangguh, dan mampu mengolah masalah menjadi permata. Tapi jangan salah, dia bukan penyihir pun lelaki berotot. Dia hanya seorang Ibu yang pandai merangkai kata.
Mengalirkan isi hati menjadi sungai-sungai aksara yang menyentuh dan berhikmah. Andai berkenan, aku ingin menjadikannya seorang Kakak. Tapi, sekarang aku hanya mampu menyebutnya mentor.

Dia berkata padaku, gali terus konfliknya, tapi ternyata tak semudah apa yang terharap. Entah karena kurang fokus atau malah karena sebuah kemalasan. Keinginan untuk rutin menulis tiap hari hanya sekadar niat. Pagi ini kulihat statusnya di beranda, sedih. Lamat-lamat kubaca. Gigil hati dia bilang di tiap penghujung status. Apa sedang ada masalah? Atau sedang membuat novel baru? Begitu tanyaku.

Tak selang berapa lama, sebuah notifikasi muncul dari sebuah gambar globe mini di sudut kotak facebook. Satu pemberitahuan. Namaku, tertandai dalam sebuah status. Gigil Hati. Kata yang tadi mengisi dasar tiap postingannya, sekarang menjadi kata pembuka, Judul. Kubaca dari awal hingga akhir. Sebuah kisah yang terangkai dari status-status sebelumnya.

Di akhir, dia mengatakan "Ini cara melatih menulis tanpa konsep. Sekarang silahkan di coba. Tulis saja apa yang kamu pikirkan."


Aku pun mencoba, dan jadilah tulisan ini. Persembahan untuk salah satu orang yang kuanggap sebagai mentor.

Dan pagi ini, aku ingin mengudarakan pinta, "Berkenankah anda kupanggil Kakak?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI