Google+ Followers

Sabtu, 22 Maret 2014

Sepeda Roda Tiga

Kita bagai di taman bermain. Penuh orang dengan ruparupa topeng. Duduk dan berdiri di sudut yang paling disukai.

Begitu juga kita. Dengan koinkoin usang di tangan kiri mencoba menawar cita pada burungburung merpati yang menanti butir jagung dari sepasang anak manusia yang kasmaran seperti kita. Tak jua ada.

Lalu pandang mata tertuju pada sebuah sepeda beroda tiga yang lincah berjalan sendiri dengan penumpang yang masih belajar berdiri. Serupa anakanak senja. 

Anakanak senja yang tak pernah tahu lembutnya mentari pagi. Anakanak senja yang selalu belajar berdiri karena ingin berlari dari kenyataan bahwa hidup seperti sepeda mini roda tiga. Yang tak pernah mandiri. Timpang bila penunjangnya terluka.

Dan sebenarnya kita, adalah anakanak senja.
Yang selalu mencari penawar perih dalam jingga penghantar malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI