Google+ Followers

Sabtu, 22 Maret 2014

Sakit Hati

Penyakit yang satu ini paling susah kuhilangin. Apalagi kalau sudah menyangkut sesuatu or seseorang yang benar-benar bikin aliran darah terpompa lebih kencang. Seisi rumah bisa jadi sasaran empuk. Benar-benar menyebalkan.

Tapi, pagi ini kuberpikir. Kenapa harus sakit hati? Toh dicuekin lebih baik kan. Eh tunggu dulu, kalau dicuekin, sewaktu-waktu ini bisa jadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Dilupakan? Semudah itukah melupakan kekesalan? Wanita, selalu pakai perasaan, tentu kelamaan mikir kalau sudah urusan hati. Beda dengan laki-laki, yang begitu gampangnya melupakan sesuatu. Tapi ini ada untungnya juga sih, hehehe, kalau suami marah, cepet lupa dan cepet baikan lagi.

Eh, eh, kembali lagi soal sakit hati. Sebenarnya kalau kita mau legowo, rasa itu tak kan menghinggapi diri kok. Cuma ya namanya saja gangguan iman dan ujian diri, pasti ada saja yang nyentil walau sedikit.

Seperti kemarin malam, hatiku sempat teriris oleh perlakuan seseorang yang sangat tidak menghargai maksud dan niat baikku. Ah, tak perlulah kuceritakan siapa dan bagaimana perlakuannya.

Yang ingin kukisahkan adalah bagaimana caraku menetralisir rasa sakit hati karena tingkahnya. Yup, yang pertama kulakukan adalah tentu saja beristigfar. Bagaimana pun juga, hati kita hanya Allah yang tahu. Segala retaknya, Allah bisa memulihkan dalam sekejap mata. Asal kita juga mau untuk pulih.

Sebenarnya, sakit hatiku pada seseorang ini sudah mengakar. Sedikit saja tersungging sama hal yang berhubungan dengannya, aku bisa jadi seperti wanita gila atau singa betina yang kelaparan. Dan diliputi sakit hati atau perasaan sejenisnya itu memang sungguh menyiksa.

Satu-satunya cara terbaik adalah menerima, kan. Tapi ya kalau menerima terus-terusan tambah nyesek gimana? Pasrah tapi tak tinggal diam. Seharusnya perlu diberi pelajaran. Tapiiii, apa untungnya buatku?

Serahkan saja pada Allah, itu sudah menjadi bagiannya Allah untuk membolak-balikan hati seseorang. Aku hanya bisa mendoakannya saja, semoga dia sadar dan tidak lagi memperlakukanku layaknya keset.

Ah. sudah ah, pagi-pagi sudah curhat gak jelas, hehehe

Bagi kamu-kamu yang suka sakit hati... Percaya deh, sakit hatimu akan diganti Allah dengan suka cita berlimpah. Doakan saja mereka yang menyakitimu, agar jalan hidup mereka mulus, jadi gak ada lagi alasan buat menyakiti orang lain. kalau hidup sukacita terus kan gak punya pikiran buat ngeganggu orang kan... hihihihi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI