Google+ Followers

Kamis, 13 Maret 2014

Sabar Ya Kawan

Sebenarnya ini catatan suamiku, namun rasanya tidaklah salah jika saya share di sini.

Kali ini aku benar-benar menitikkan air mata.
Bukan karena masalahku yang teramat besar, bukan pula karena cobaan yg menghampiriku. Ini tentang seorang teman ku yang tadi malam mengalami kecelakaan, kepalanya mengalami 28 jahitan. Kedua lengannya patah, kaki kanan juga bengkak. Seluruh badan hampir dipenuhi luka, saat ini dia merengek pulang.
Terus terang aku merasa sangat khawatir dengan keadaannya, dengan perasaan yg sebenarnya "dikuat-kuatkan" aku nasehati dia.

"Jangan terburu-buru ingin pulang, biar di sini dulu"

Semua kata-kata itu terucap dengan terbata-bata. Sungguh di luar dugaanku, dia menangis. Dengan susah payah dia bilang, "Mas Dani aku ga punya apa-apa, aku ingin pulang aja agar ga nambah biaya."

Seketika itu aku melangkah ke luar kamar, aku benar benar merasakan sesuatu melewati kedua pipiku.
Setelahnya aku coba menenangkan diri, melangkah dengan berat memasuki kembali ruang rawat inap.

"Nal, jangan pernah lagi memikirkan biaya, biar saya yang akan memikirkan itu. Saya yang akan mengupayakan semuanya, kamu tenang aja. Jangan sedih, yang terpenting sembuh." Ucapku dengan nada lirih.

Melihat ini rasanya masalah yang kuhadapi beberapa hari belakangan ini seolah hilang, entah kemana.
Aku bersyukur karena Allah selalu memberi ketenangan saat semua itu datang. Ternyata ada yang merasa memiliki masalah jauh lebih besar dari masalahku.

Semoga lekas sembuh ya kawan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI