Google+ Followers

Minggu, 23 Maret 2014

Rumah Impian

"Yah, nanti rumah kita, kalau bisa gak ada sudutnya ya, maksudnya dibuat lengkung gitu..." kataku sambil menunjukkan tiap sudut kamar dan menggambarkan apa yang ada di pikiranku tentang design rumah masa depan.

"Gak ada sudutnya gimana?"

"Itu, bentuknya jangan nyudut, tapi dibuat agak lekuk."

Bla...bla...bla... Aku meneruskan celotehku tentang apa saja yang boleh dan tidak dalam rumah masa depan kami.

"Stop... stop.... Pusing!" Suami menutup kepalanya dengan bantal.

Hahahaha, gara-gara lihat tayangan properti, aku dan suami berkelakar tentang rumah impian. Ya, sebenarnya ini cita-cita sejak dulu, punya tempat tinggal sendiri. Kami punya jatah di Cirebon. Rencananya akan direnovasi ketika kami memutuskan kembali ke sana. Namun, sampai detik ini, aku masih belum siap menginjakkan kaki kembali untuk menetap di sana. Ya, kalau cuma untuk liburan tak mengapa. Tapi untuk tinggal jangka panjang, hatiku masih belum menyetujuinya.

Dan suami hanya bisa tersenyum ketika kukatakan, "Di mana pun boleh, asal jangan di Cirebon."

"Ya udah, terserah, mau sudut, mau lancip, mau lekuk atau apa pun, boleh, asal Bunda juga mau bekerja keras, mewujudkan cita-cita punya rumah impian. Ya paling tidak, menulislah dengan tekun dan disiplin. Siapa tahu dengan menulis, Bunda bisa dapat menabung."

Hem.... Memang, yang bisa kulakukan saat ini ya hanya menulis. Semoga suatu saat ada hasil yang bisa kubanggakan dari menulis. Sebuah rumah impian. Cita-citaku, cita-cita kami.

1 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI