Google+ Followers

Senin, 03 Maret 2014

Resensi Novel: Persahabatan Yang Membebaskan




Judul Buku                           : Mata kedua
Penulis                                 : Ramaditya Adikara
Kategori Buku                       : Novel
Penerbit                               : Sheila, Jogjakarta
Tahun Terbit                        : 2013
Cetakan Pertama                 : 2013
ISBN                                     : 978-979-29-2098-7
Tebal Buku                          : xvi + 368 hlm
Jenis Kertas                         : Kertas Buram
Cover                                   : Soft Cover, Double Cover
Dimensi                                : 13x19 cm
Harga Buku                          :Rp. 69.000,-


Tentang Penulis

                Mata Kedua, adalah novel yang terlahir dari rahim penulis yang luar biasa, Ramaditya Adikara. Seorang tunanetra yang tak pernah kehilangan semangat untuk terus berkarya. Pria kelahiran Semarang, 3 Februari 1981 ini adalah pendiri blog tunanetra pertama di Indonesia.www.ramaditya.com


                Saat ini, selain aktif di dunia kepenulisan, lelaki luar biasa ini menjadi motivator yang sering diundang ke berbagai sekolah. Siapa sangka walau ia memiliki keterbatasan, justru ia menjadi seorang pengajar di Politeknik LP3I Pondok Gede, Bekasi.

                Lelaki  yang baru saja memiliki seorang putra ini tetap memiliki semangat yang tak pernah padam. Dian terus menyala dalam hatinya. Berkarya dan terus berkarya. Membuktikan pada dunia, keterbatasan seharusnya tak menjadi kelemahan. Dan tahun ini ia berhasil membuktikannya lagi dengan kelahiran Mata Kedua yang ternyata dipersiapkan sejak 14 tahun yang lalu.

Bagian yang Menarik

                Membuka halaman demi halaman buku Mata Kedua sejak awal sudah menarik di mata saya. Takjub.     
                Yang menarik buat saya tentu saja, amazing saat tahu sekolah umum bisa menerima siswa yang seharusnya masuk SLB. Dan ketakjuban saya ini juga nyata saat melihat iklan di tivi yang mengatakan sekolan umum memberi kesempatan kepada siswa luar biasa untuk memperoleh pendidikan yang sama.

Dan tentu saja yang paling menarik adalah kisah Rama di antara sahabat-sahabatnya yang penuh lika-liku. Apalagi kisahnya bersama Rara. Paling suka saat Rama dan Rara menghabiskan waktu berdua. Nonton, beli baju, main game dan sebagainya.
                Penasaran gak gimana caranya Rama nonton di bioskop?

Gambaran Singkat

                Pernahkah kau hidup dalam kegelapan? Apa yang kau rasakan? Coba bayangkan? Sedetik, lima menit, sejam, dua jam, sehari... Pernah saat malam tak ada listrik atau alat penerangan lainnya di sekelilingmu? Betah?

                Saya rasa, jawabannya kebanyakan “Oh Nooooooooo”

                Nah, seperti itulah yang dirasakan Rama. Kebutaan sejak lahir. Apa yang ia lakukan? Putus asa? Sedih? Tidak! Justru ia hidup dalam keceriaan. Mata Kedua dimulai dengan keceriaan, gemas, geram, gregetan, semua rasa ada. Kisah masa abu-abu yang penuh dengan warna. Membacanya bikin iri. Saya menyesal tidak punya warna-warna ceria seperti Rama saat masa SMU. Padahal saya normal.

                Cinta dan kasih sayang para sahabat membuat Rama sangat berarti. Sebuah persahabatan yang tak mengenal keterbatasan. Sungguh mengharu biru.

Kelebihan

                Kisah yang membangkitkan semangat. Rama saja bisa, kenapa saya tidak! Bikin tertawa geli lihat tingkahnya Rama di sekolah. Bikin senyum-senyum sendiri mengetahui isi hati Rama pada dua gadis istimewa di sekolahnya. Bikin bangga dengan semangat Rama yang tidak pernah putus asa.
                Bahasanya renyah dan mudah dimengerti. Meskipun tidak sempurna, tapi novel ini istimewa. Siapapun yang membaca akan hanyut terbawa perasaan.

Keunggulan

                Menurut saya, novel ini punya dua ending. Sad ending dan Happy ending. Why? Karena saya bisa menangis bahkan tertawa saat membaca penghujung cerita. Two Thumbs deh pokoknya.

Kelemahan

                Di tengah novel saya sempat merasa jenuh. Namun hanya satu halaman. Lepas dari itu saya kembali menikmatinya.

               

But overall, Novel ini mendapat nilai 8 dari saya. Penasaran dengan sepak terjang Rama di sekolah? Dan siapakah Mata Kedua Rama?

Temukan jawabannya di Mata Kedua. Yang belum punya bukunya segera beli... Dengar-dengar ada tambahan diskon loh... hehehe.

Yang pasti, Novel ini bikin saya iri. Jadi terpacu semngat untuk segera melahirkan buku dari rahim saya.. Masa kalah dengan mas Ramaditya Adikara.
kalau Mas Ramaditya bisa, kenapa kita tidak???

Sumber : di sini

Yang mau pesan bisa ke sini

2 komentar:

  1. Kayanya udah pengalaman bikin review ya hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe baru belajar. ini resensi pertama yang kubikin... hohohoh
      makasih ya mas Robih

      Hapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI