Google+ Followers

Senin, 31 Maret 2014

ODOK - Walaupun Kehilangan Tetap Bersyukur

WALAUPUN KEHILANGAN TETAP BERSYUKUR

OLEH: AGUNG PRIBADI
ODOK #16

Saya pernah kemalingan motor senilai rp 15 juta dan pada saat yang sama ditipu orang dan kehilangan uang 10 juta lebih pada tahun 2008, dua hari kemudian saya kecelakaan motor. Saya sedih, galau, marah. Yang membuat saya bangkit karena saya masih punya sahabat yang baik yaitu Isa Alamsyah dan Asma Nadia, yang
menolong saya. Kemudian sahabat saya yang lain berkata, “Hanya ada dua pilihan mengenai hubungan kita dan dunia. Dunia meninggalkan kita atau kita meninggalkan dunia atau meninggal”. Kata-kata ini yang membuat saya bangkit.

Apa yang harus saya risaukan? Saya hanya kehilangan segitu, sementara saya masih punya banyak hal lain yang bisa disyukuri. Sahabat,
pekerjaan, saudara, mata sehingga bisa membaca terutama membaca Al Qur-an dan menonton film bermutu. Telinga sehingga bisa
mendengarkan lagu kesukaan. Lidah sehingga masih bisa makan enak. Masih bisa buka internet, masih bisa melakukan hobby saya yaitu menulis.

Lagipula saya malu dengan Mujahidin Afghanistan, pernah ada kisah, seorang Mujahid rumahnya dibom sampai hancur lebur. Beberapa anaknya meninggal. Dia malah mengadakan syukuran dengan memotong kambing, dua atau tiga. Syekh Abdullah Azzam, seorang yang dituakan Mujahidin Afghan bingung dan bertanya, “Kenapa kamu malah mengadakan
tasyakuran? Bukankah rumahmu hancur dan anak-anakmu meninggal?”

Sang Mujahid menjawab, “AKu bersyukur walaupun ada anakku yang diambil Allah, tapi Allah tidak mengambil anakku yang lain! Jadi aku bahagia” Subhanallah itulah bersyukur.

Bersyukur itu kunci kebahagiaan. Itu juga NO EXCUSE, yaitu focus pada yang kita miliki, bukan
kepada yang tidak kita miiiki. Wallahu A’lam bish Shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI