Google+ Followers

Minggu, 23 Maret 2014

ODOK (One Day One Karya) - Apa Yang Saya Lakukan Kalau Sedang Sedih?

Apa yang saya lakukan kalau sedang sedih? 
sumber gambar: Mbah Gugel


Apa yang saya lakukan kalau sedang sedih?
Kalau saya biasanya langsung baca AL Qur-an dan tafsirnya, biasanya sedih hilang.

Saya juga biasanya mengingat-ingat nikmat Allah yang jauh lebih banyak daripada kesedihan kita. Bahkan sebuah penyakit juga nikmat dari Allah yang bias mengugurkan dosa kita, menjauhkan dari maksiat, mengingatkan kematian, membuat kita menghargai waktu, dan lain sebagainya. Hidup yang Allah berikan saja iitu nikmat yg besar, kita jadi punya waktu untuk bertobat, dan memperbaiki diri.  APakah anda yakin tidak punya dosa? Kalau saya sih tidak yakin.

Kadang-kadang juga kita berkata, “saya tidak punya apa-apa lagi”, Apa benar? Kita masih punya kemampuan berfikir, masih punya relasi. Ust yusuf Mansur pernah merasa tidak punya apa-apa dan bahkan minus, karena hutangnya di atas 10 Milyar, lalu beliau berfikir lagi, “saya punya kemampuan nulls”, akhirnya  beliau menulis, dan royaltinya disedekahkan untuk santri penghafal Al Qur-an. Dulu di Rumah Baca Asma Nadia Depok ada seorang relawan, yang sedang mencari pekerjaan. Katanya, “Saya harus mengajar bahasa Inggris dulu di Rumah Baca! Gratis! Itulah sedekah saya!” Eh belum juga mulai programnya, baru rapat-rapat perencanaan (artinya bukan omdo/ omong doang, dan dodo/ berdoa doang sudah ada action) tawaran pekerjaan kepadanya ada banyak.


Dalam kitab Al Hikam ditulis, kita harus bersiap menghadapi apapun, termasuk kemungkinan terburuk, lalu ridha apabila sudah terjadi. Saya pikir-pikir benar juga., misalnya kita terjebak macet, lebih baik ridha, kalau tdk ridha kan tetep macet. itulah orang baik, tapi kita bisa jadi orang yang lebih baik (pak isa Alamsyah, penulis buku No Excuse, biasanya begitu), turun dari mobil, mencari penyebab macet, lalu mengurai kemacetan dgn mengatur lalu lintas. Itulah orang yang berkualitas tinggi. Ibu Risma harus jadi walikota dulu supaya bersikap begitu, kalau Pak Isa Alamsyah tidak harus menadi walikota untuk bersikap begitu.  Jadi ikhtiar kita 100% walaupun pada saat yang bersamaan kehendak Allah juga 100%.

kalau sebuah kesedihan bisa membuat kita semakin mendekat kepada Allah maka kesedihan itu baik, Tapi jangan mendekati Allah ketika sedih saja, nanti oleh Allah kita diberikan kesedihan terus, karena Allah senang kalau hamba-Nya mendekat. Misalnya saya mendengar pengamen, kalau suaranya jelek, saya cepat-cepat memberikan uang, tapi kalau suaranya bagus, saya senang, saya dengarkan duu, tidak buru-buru memberikan uang. Allah juga suka mendengarkan rintihan hamba-Nya yang menangis, memohon-mohon kepada-Nya sehingga biasanya tidak langsung mengabulkan permintaannya. Untuk menghindari itu maka ketika kita sedang senang, bersyukur kepada-Nya juga, menghadap kepada-Nya, mendekat kepada-Nya.  Sudahkan anda bersyukur hari ini? Wallahu A’lam bish Shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI