Google+ Followers

Jumat, 28 Maret 2014

ODOK - DIGEBUKIN ALLAH

DIGEBUKIN ALLAH

OLEH AGUNG PRIBADI 


Saya punya sepupu anak yatim. Dia diasuh paman saya. Dia anak laki-laki tertua dari 5 bersaudara. Kegemarannya baca buku terutama komik Tinitin. 

Waktu SMP sering bolos untuk ke toko buku dan membaca Tintin. Suatu saat diadili paman saya dan digebukin habis-habisan. “Ampun, Paklik! Ampun Paklik”, katanya sambil menangis.“Ini pelajaran buat kamu! Supaya gak akan bolos lagi!” 

Apakah sepupu saya dendam kepada paman saya? Tidak! Sepupun saya suatu saat berkata ketika berziarah, “Terima kasih Paklik karena sudah gebukin saya. Sehingga bisa jadi laki-laki yang bertanggung jawab mengurus 4 adik dan ibu! Dan sekarang mengurus istri dan anak” 

Allah juga begitu, kadang-kadang gebukin kita. Kita diberi rasa sakit. Dberi kesusahan. Jodoh gak dateng-dateng. Susah cari kerja. Penyakit gak sembuh-sembuh. Punya utang banyak. Ditipu orang. Usaha bangkrut. Ditinggal Istri atau suami. Kehilangan anak. Ta’aruf gagal. 

Mungkin itu cara Allah menyadarkan kita supaya menjadi hamba-Nya yang benar, bertanggung jawab atas tugas kekhalifahan dan ibadah. “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (QS 51:56).

Dulu saya bandel, sholat di akhir waktu dengan entengnya. Tidak tahajjud, pelit sedekah, malas dhuha, penganut Islam Liberal.

Saya susah dinasehati. Langsung Allah yang gebukin saya. Berkali-kali gagal ta’aruf, dihina calon mertua (yang dulu). Buku gak terbit-terbit. Penghasilan anjlok drastis. 

Alhamdulillah karena Allah gebukin saya,saya mulai mengubah kebiasaan. Nggak lagi ngegampangin sholat. Walaupun masih jauh dari bener, sekarang kalau sholat di akhir waktu ada rasa malu dan bersalah yang amat sangat. 

Mulai berusaha sholat di Masjid, minimal di waktu zhuhur (jam istirahat kantor) atau maghrib. Mulai rajin baca Al Qur-an dan tafsirnya. Merasa Adem kalau ke Mesjid, karena itu rumah Allah. Mulai rajin berzikir dan baca sholawat Nabi dengan menghayati banget. Mulai bertobat dari Islam Liberal dan mengritiknya.

Ya memang masih jauh dari sempurna, tapi dengan adanya rasa malu dan bersalah saya gak ngegampangin sholat lagi, mulai dicoba bangun malam, (walupun kadang-kadang kelewatan kalau siangnya capek banget). 

Bukan bermaksud riya. Saya cuma mau memberi tahu, maksud Allah baik ketika memberikan kita masalah-masalah, supaya kita bertobat, supaya kita mendekati-Nya. Jujur saja, kalau gak digebukin Allah mungkin kita tidak memperbaikii diri. Seperti sepupu saya itu, kalau gak digebukin mungkin masih sering bolos sekolah dan jadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab.Wallahu A’lam bish Shawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI