Google+ Followers

Selasa, 18 Maret 2014

Menulis Itu Butuh Ketenangan Hati

"Bagaimana caramu menulis?"

Pertanyaan yang paling sering hinggap di telingaku. Tentu saja. Tak sedikit orang bertanya. Mengingat aku adalah seorang ibu rumah tangga yang punya dua balita dengan segudang aktifitas dan tetek bengek urusan rumah.

"Kok bisa sih produktif menulis? Gak ada kerjaan apa yak?"

Heheheh. Bicara kerjaan, banyak banget gak ada habisnya. Namun, kembali ke niat. Aku menargetkan diri untuk menulis satu kisah setiap hari. Lebih itu malah baik.

Aku menulis di sela-sela kerjaan lain. Menulis di benak terlebih dahulu. Dan ketika santai seperti siang ini, saat anak-anak tidur, baru mulai otak-atik hape atau lepie.

"Gimana ya, saya hanya bisa menulis saat galau. Tapi kalau lagi riang malah gak bisa nulis."

Jujur saja, aku menulis dalam kondisi hati apa pun. Saat galau, saat senang. Tinggal bagaimana menenangkan hati agar bisa menulis dengan emosi yang tepat. Misal gundah, aku tak ingin membabi buta. Tulisan gundah gulana bisa apik bila kita menuliskannya dengan emosi yang baik. Dulu tulisanku emosional tapi gak jelas muaranya. Kini walau tulisanku penuh emosi, jelas akhirnya bagaimana. Ada sebuah pesan dan moral yang bisa diambil.

So, walau marah sekali pun, dengan ketenangan hati tulisan bisa lebih elegan dan manis. Walau di dalamnya tidak menggunakan bahasa langit atau nyastra.

Itu buatku. Bagaimana denganmu?
posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI