Google+ Followers

Jumat, 28 Maret 2014

Ketika Rindu Hanya Bisa Melayang

Kaka Yasmine dan Aa Kahpie

Kepulangan ke Malang, menyisakan luka di hati. Bukan cuma aku, tapi juga Kahpie, Bianca apalagi Ayah. Sesuatu yang kami tinggalkan di Cirebon.
Kakak Yasmine.
Ingatkah kalian tentangnya? Kuingatkan kembali, Kakak Yasmine adalah kakak Kahpie dan Bianca. Yang terpisah sejak dua tahun lalu. Oke aku akui. Karena akulah kami tidak bisa bertemu. Kalian boleh menyalahkanku. Karena pernikahanku dengan ayahnyalah Kakak Yasmine jadi korban.
Tapi bolehkah aku berbicara yang sesungguhnya?
Sejak usianya belumlah genap dua tahun, Kakak Yasmine dan si kecil Kahpie diberikan ibunya padaku. Dan ia memilih ke luar kota untuk mencari kehidupan yang lebih layak sesuai ukurannya. Tak usahlah aku berpanjang lebar. Yang pasti sejak saat itu, aku di panggil Bunda.
Tahukah rasanya menjadi Bunda di saat kalian belum siap? Siap-tak siap, nyatanya di tanganku kedua anak yang tak berdosa kupeluk dan kutimang. Kehidupanku berubah drastis. Ajaib. Naluri keibuanku muncul begitu saja. Dan tanpa ikatan darah di nadi kami menjadi dekat.
Lalu satu saat, Yasmine diambil kembali. Aku berduka apalagi ayahnya. Namun kuberbesar hati. Telah ada Bianca sebagai gantinya. Dalam hati kuberdoa agar kelak kakak Yasmine benar-benar dirawat oleh ibunya.
Ketika kami mengunjunginya tempo hari, betapa miris hatiku. Kakak Yasmine tumbuh namun tak seperti perkiraanku. Airmata menetes dari ayah tatkala melihat keadaan putrinya. Kurus, kecil dan tak terawat. Hatinya memberontak. Ingin membawa serta kakak bersama kami. Namun sang ibu tak mengijinkan. Bahkan ia masih bersikukuh mengambil Kahpie juga.
Dengan berat hati direlakanlah lagi Kakak Yasmine tetap di Cirebon. Sekarang tiap habiskan waktu dengan anak-anak, Ayah selalu berkaca-kaca. Sedih tak ada Kakak. Kerinduannya bak bintang di angkasa, tak terhitung jumlahnya. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Takut salah bersikap. Hanya bisa ikut merasakan kepedihannya. Sebab siapakah yang mampu tersenyum saat kekasih hatinya menyimpan luka sebesar ini?
Seperti siang ini... Video kelucuan Kakak yang sempat terekam dua tahun lebih yang lalu diputar kembali. Di layar ia tertawa tapi kami menahan tangis di dada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI