Google+ Followers

Jumat, 28 Maret 2014

Kakak, Maafkan Bunda


Sungguh aku hanya bisa menghela nafas. Panjang. Lagi dan lagi. Apa yang ada di pikirannya? Aku hanya bisa geleng-geleng. Bingung.
Seorang Ibu. Tentu siapa pun dengan jelas bisa menggambarkan seperti apa sosok wanita yang disebut Ibu. Tak perlu kutuliskan secara gamblang. Namun wanita yang satu ini entah bagaimana kudeskripsikan dirinya. Masih bisakah ia kusebut ibu?
Hari-hari ia habiskan di jalanan. Tapi tak seperti yang kau bayangkan. Bukan, ia justru sangat cantik. Rok mini, kadang atasannya tanpa lengan ia kenakan. Rambut panjang tergerai sekedar memamerkan hasil rebondingan. Tak ketinggalan sepatu hak tinggi ujung lancip. Dengan sekotak besar berisi rokok. Ya. Wanita itu spg rokok ternama. Bukan hanya jalanan, ia pun keluar masuk pub, cafe atau mana saja demi menghabiskan jualannya.
Lalu hubungannya apa dengan 'ibu'? Ya, wanita itu ibu dari anakku. Karena aktifitasnya ia tega meninggalkan kakak Yasmine bersama neneknya. Okelah bila ia tiap malam pulang dan memeluk Kakak dalam tidurnya. Tapi ia justru memilih kos. Tanpa Kakak. Ia hanya 'pulang' sebulan sekali. Minimal dua minggu sekali. Kakak sangat butuh pelukan seorang Ibu.
Aku ingin mengambilnya! Tapi lagi-lagi ia berdalih, kakak darah dagingnya!
Sungguh miris. Melihat keadaannya walau hanya lewat sebuah foto, hati ini teriris. Apa yang ia berikan sebagai bekal Kakak kelak? Sebuah kehidupan glamour? Yang hanya dinikmati sesaat?
Ya Allah, aku sungguh tak mengerti. Dengan apa kumenebus kesalahanku? Seandainya aku tak mengijinkan kakak ikut dengannya dulu, pasti kini kakak bahagia bersama kami.
Sekarang aku selalu bermimpi. Kakak menangis memanggilku.
"Bunda, Kakak ikuuuut!"

Tapi sekarang si Ibu itu telah tinggal bersama yasmine, setidaknya hampir satu bulan ini.

Semoga ia menemukan jodohnya dan bisa membuat Yasmine selalu tersenyum.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI