Google+ Followers

Rabu, 19 Maret 2014

Hape Yang Nyelip


Beberapa hari lalu, aku kebingungan. Hape yang nyaris dua puluh empat jam di tangan, lenyap entah kemana. Sepertinya ini kerjaan anak-anak. Dipakai mainan. Aku sudah panik. Bukan lebay, tapi pernah kejadian seperti ini. Satu hari hape dibawa ke teras. Dan alhasil, dibawa kabur pejalan kaki yang lewat. Maklum, letak teras yang dekat banget dengan jalan raya.

Kembali lagi ke hape yang lenyap tadi, aku kebingungan. Seisi rumah kuobok-obok. Lemari, tas-tas yang biasa dipakai main, dapur sampai kamar mandi. Tapi tetap saja tidak kutemukan. Emosi gak karuan. Beberapa saat aku terduduk di ruang tamu. Sambil menghirup nafas panjang, kucoba hubungi nomor hape yang lenyap itu. Sambil berdoa penuh harap semoga tidak lowbet atau diacak-acak bodynya oleh anak-anak.

Berhasil. Aku menemukannya berada di bawah kolong tempat tidur dalam kondisi tertutup lipatan baju yang tampaknya baru dipakai main setrika-setrikaan oleh si kecil. Hatiku lega.

Bagaimana aku menemukannya? Sambil menelpon, aku berjalan mencari bunyi getar dari hape. Secara, aku tak pernah menghidupkan suara panggilan. Cukup getar. Dalam diam tentu aku bisa mendengar suara getar. Memang benar.

Satu hal yang kudapat dari kejadian ini, bersikap tenang. Sebab kegaduhan hanya akan menambah masalah. Ketenangan diri membuat pikiran jernih dan langkah jadi terasa ringan.




2 komentar:

  1. Yup, tenang itu modal dasar menyelesaikan masalah.

    Tapi yang ada sekarang itu banyak masalah, jadi tenang pun nggak cukup, harus bisa gesit dan cekatan dalam menangani banyak masalah agar cepat selesai. Nah, ini nih yang bisa bikin orang bisa kembali jadi nggak tenang. Hehehe.

    BalasHapus
  2. hahahah, iya juga ya... intinya sih jangan panik, sabar, selesaikan satu-satu, biar gak grusak-grusuk :d

    pasti kelar...

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI