Google+ Followers

Kamis, 20 Maret 2014

Everything About Toilet



Kali ini aku ingin menulis soal toilet. Hehehe, pasti pada tahu kan apa itu. Tempat yang paling nyaman disinggahi saat perut mules. Tak hanya itu, toilet ini sudah jadi tempat paling sering kukunjungi kalau sedang mencari inspirasi.
Dari mana sih asal toilet itu?

Toilet pertama ternyata sudah ada sejak lima ribu tahun yang lalu. Toilet pertama itu merupakan toilet bilas kota peradaban Mahenjodaro. Namun sayang toilet ini menghilang bersama dengan peradabannya. Lalu dikembangkan kembali di Eropa pada pertengahan abad ke-19.

Pada waktu itu, orang-orang tanpa malu membuang air besar di jalan dan membuang tinja dalam pispot ke luar jendela. Saar berjalan, mereka terbiasa menginjak tinja atau bahkan terkena semburan tinja. Tentus aja ini menyulitkan para wanita yang menggunakan gaun panjang untuk berjalan. Ini pula yang menyebabkan munculnya sepatu hak tinggi. Pada masa itu sepatu hak tinggi dibuat dari kayu untuk mencegah ujung gaun menyentuh kotoran.

Zaman dulu, saat manusia masih hidup berburu, setiap ingin buang air, mereka melakukannya di mana saja, seperti hewan. Gunung, ladang, sungai, laut dan di mana pun jadi toilet. Bahkan sekarang pun masih ada loh orang yang menggunakan laut atau sungai sebagai toilet.

Orang Thailand yang tinggal dan membangun rumah di atas atau di pinggir sungai, buang air dengan berendam di dalam air sungai dangkal setengah badan. Kadang-kadang juga dibuat toilet di aatas sungai sehingga kotoran yang jatuh langsung menjadi santapan ikan. Ada juga toilet yang menggunakan batang kayu bulat. Kalau ingin buang air di atas sungai dengan aman, kita harus menjaga keseimbangan supaya tidak tercebur ke air sungai yang kotor.

Sebagian masyarakat di negara keulauan Tuvalu, Pasifik Selatan, malah masuk ke laut untuk mencuci muka dan mandi, kemudian sambil bertukar cerita di dalam air, mereka juga buang air besar. Kebayang gak mencuci muka dengan air bekas kotoran? Hueeek.

Hal-hal unik tentang cebok di toilet.
Sekarang sudah muncul bidet sebagi alat untuk cebok pengganti tisu. Tetapi bagaimana cebok tanpa tisu? Alat yang paling banyak digunakan untuk membersihkan dubur di negara Korea maupun di negara lain adalah daun.

Pada zaman dulu, orang Jepang membersihkan dubur merek dengan menggunakan pembersih kotoran sejenis sumpit kayu, dan pembersih kotoran ini juga digunakan di Korea. Di Yunani, cebok dilakukan dengan menggunakan batu kecil yang dimasukan kedalam kantong, karena kalau langung menggunakan batu yang panas akan menyebabkan luka bakar.

Ada juga yang menggunakan tangannya untuk membersihkan dubur mereka. Orang India membersihkan dubur dengan tangannya kemudian dicuci menggunakan ait. Orang Arab Saudi mencebok dengan menggunakan pasit yang digosokkan ke tangan. Tetapi tidak semua orang membersihkan duburnya. Orang Eskimo, yang makanan utamanya daging, buang airnya keras dan bulat-bulat, sehingga duburnya tidak perlu dibersihkan.

Kalau kamu, cebok pake apa? Hihihihi


Sumber: Buku Pengetahuan Paling Jorok Sedunia. 

1 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI