Google+ Followers

Minggu, 09 Maret 2014

Catatanku; Kamu Kayak Ketombe, Balik Lagi Balik Lagi


"Internetan bisa, Facebookan bisa, masa untuk begituan aja mesti sms Ayah sih?" Bibirku yang seksi ini makin monyong nyaris lima centi.

"Gak boleh emosian ah kalau pagi..." Suami memeluk pinggangku dari belakang. Tetap saja aku kesal. 


Sejak malam tadi, Yanti, mantan istrinya itu sms aja. Ada saja yang ia tanyakan. Buku yang bagus untuk bacaan wanita, lamaran pekerjaan di bank, resep obat batuk tradisional, sampai minta dibelikan pulsa. Hellowww.... Hari gini semua info bisa didapat dari internet kan. Kenapa mesti nanya ke suami sih.

Ya Allah, rasanya kok tiap hari gak pernah berhenti dari rasa benci kepadanya. Mau gak dipikirin tapi terpikirkan. 

"Jadi udah Ayah balas?"

"Enggak. Dia telpon juga gak diangkat. Ya gimana mau diangkat, Bunda bobonya di sebelah Ayah.."

"Ye, kalau gak ada Bunda dijawab gitu telponnya?" Kucubit lengannya manja. Lalu kembali menyiapkan sarapan. 

"Tuh, Yanti telpon" Hape suami berdering. Tak disangka suami memberikan hape itu ke tanganku. 

Jawab, enggak, jawab, enggak....

"Assalamualaikum" 

"Eh. A Dani mana?" 

Dasar dudul. Bukannya balas salam malah ketus kayak ngomong sama tembok aja ni orang. Daripada kebawa emosi terus kumatikan saja.

"Loh kenapa Bun?"

"Gak papa yah... dimatiin. Mungkin bukan suara Ayah" Aku pura-pura tenang. Aslinya detak jantungku memacu lebih cepat. 

"Dia itu kayak ketombe di kepala Ayah. Udah dibersihin ya balik lagi. Mau pakai sampo anti ketombe yang mahal juga tetap aja balik kan. Ya dia itu"

Akhirnya aku menemukan satu kata yang tepat untuk menggambarkan sosoknya. Bukan lagi hantu seperti kata adik iparku. Tapi Ketombe. Yang entah dibasmi pakai apa supaya kapok nempel di kepala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI