Google+ Followers

Rabu, 26 Maret 2014

Aku Ingin Kembali - Cermin

gambar dari mbah gugel
Latihan bikin POV 2 hehehe


“Aku ingin kembali,” katamu. Sejak beberapa hari terakhir kau selalu menatap selembar foto yang penuh dengan isolasi. Foto yang kaurekatkan kembali dengan sisa-sisa harapan. Foto yang sudah buram terkena tetesan air matamu yang selalu saja jatuh.

“Ya Allah, izinkan aku kembali lagi padanya. Tak sudikah Kau mengabulkan pintaku?” Teriakmu dengan suara yang nyaris tak terdengar karena beradu dengan isak tangis.

Kembali lagi kau tersungkur di sajadah. Dengan penuh kepasrahan kau berdzikir di butir-butir tasbih. Sambil menyebut nama Allah, matamu tak lepas dari gambar senyum bahagia di lembar foto.

Foto terakhirmu bersama anak-anak dan ayahnya. Gambar yang diambil saat hari lebaran tiga tahun yang lalu. Kau ingat saat itu, memaksakan diri untuk menghabiskan libur lebaran bersama keluarga baru mantan suamimu. Saat yang seharusnya kau tak ada di sana. Namun, karena kerinduan teramat dalam pada dua buah hatimu yang kautinggalkan sejak masih dalam buaian, membuatmu mengalahkan rasa malu.

Kau ingat juga, betapa berat rasanya berhadapan dengan istri baru mantan suamimu. Wanita yang tengah hamil empat bulan itu bahkan rela membiarkanmu tidur di kamarnya dan memilih tidur di ruang tamu, hanya beralaskan karpet dan selimut tebal. Kau bahkan ingat bagaimana wanita itu berdiam diri di kamar saat malam takbir berkumandang dan kau justru menggandeng suaminya dan membawa anak-anak ke halaman untuk bermain kembang api dan petasan. Kau merusak malam pertama lebaran wanita yang baru saja menjadi seorang muslimah. Bagimu, itu hukuman paling pantas buatnya, yang sudah mengambil suamimu.

Lagi-lagi kau menangis menjadi-jadi.

“Maafkan aku. Tidak seharusnya aku membencimu...” Kau tiba-tiba tersadarkan. Itu bukan kesalahan wanita yang kauanggap mengambil suamimu. Wanita yang telah rela menggendong anak-anak yang kautitipkan sesaat sebelum kau memutuskan pergi demi sebuah cita dan cinta. Kau ingat hari itu, saat kau memilih untuk pergi demi pekerjaan dan lelaki lain. Lelaki yang kemudian menikahimu. Namun, akhirnya berpisah karena satu hal yang tidak kaumengerti.

Dan kini, kau merasa kesepian. Tak ada canda tawa anak-anak. Juga tak ada peluk hangat dari orang yang melindungimu.


“Aku ingin kembali padamu, izinkan aku...” Hanya itu yang bisa kauucapkan di setiap sujudmu. Sebuah keinginan terbesar, yang kau sendiri ragu entah akankah terwujud.

3 komentar:

  1. mba sayang.... dia hanya masa lalu. Jangan biarkan dia mencabik hari-harimu. Kau harus jaga keutuhan rumahtanggamu. chayoo mbayu.. ^_^

    BalasHapus
  2. mbak Rin, walaupun pov 2 mu bagus dan meyakinkan. Aku tidak percaya bahwa ini adalah yang benar terjadi padanya.
    Tetap semangat ya...perjuangkan keluargamu.

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI