Google+ Followers

Rabu, 26 Februari 2014

Usah Kau Lara!

Usah Kau Lara!

Semua takkan sama. Hangatnya mentari pagi ini, takkan sama seperti kemarin, juga esok, meski mentari tetap setia bersinar dari ufuk timur dan kembali ke peraduan di ujung barat. Setidaknya kaupun masih dapat menikmati sapaannya setiap kali kaubuka jendela kamarmu dan menghirup aroma kesegarannya.

Aku mau sembunyi, katamu pagi itu di sudut jendela yang diterpa sinar sang surya. Dengan tatapan yang jauh ke mega, kaututurkan betapa ingin kau melayang tinggi tanpa seorang pun bisa menarikmu kembali – dengan begitu kau merasa berhasil bersembunyi di balik awan – .

Tak perlulah kau bersemayam di sana, teman. Tak ada guna. Sementara liku-liku yang kau buat tetap tinggal misteri, takkan bisa kau tenang berdiam diri. Satu-persatu teka-teki yang kauciptakan, sudah saatnya kauberi kuncinya – itupun jika masih tetap kau pertahankan jawabnya – agar semua tahu, tak ada misteri yang tak terselesaikan. Atau dirimupun tak tahu jawabannya?

Malang benar kisahmu, teman. Berkisah tentang kasih, namun penuh tanda tanya. Kisah kasih yang aneh.
-*-

Lagi-lagi kautuangkan kekesalanmu di sini. Semakin kecewa, semakin dalam dan penuh tekanan kautinggalkan. Kadang ingin juga kubertanya padamu, sampai kapan kisahmu kaubuang di dalamku? Yang selalu saja ada sisa tetes air matamu dan coretan amarah dengan tinta darah....

Aku memang bukan siapa-siapa, tepatnya bukan apa-apa. Hanya halaman kosong mulanya, lalu penuh dengan derita..., deritamu teman. Aku bosan.... semua mestinya tak sama, tak ada yang sama, maka lembaran berikutnya, gantilah kisah. Tulislah sesuatu yang membuat aku tersenyum. Berusahalah teman.

1 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI