Google+ Followers

Sabtu, 01 Maret 2014

Tentang Samsy

Dengan rasa kecewa, aku hanya memandang Samsy tanpa berkata-kata. Entah apa yang dia pikirkan, yang jelas saat ini aku sungguh merasa kesal padanya.

Beberapa menit sekali, Samsy terkapar tak berdaya. Tak ada satupun yang bisa ia lakukan selain 'mati'. Ditambah lagi aku seperti orang gila bila ia sudah mulai bertingkah. Rasanya ingin membanting Si Samsy yang sok imut itu.

Huff...

Mungkin sudah saatnya aku memensiunkan Samsy. Sudah terlalu lama ia bekerja keras untukku. Harusnya aku berbaik hati membiarkannya tidur dengan damai. Tapi dengan kejinya, kupaksa kerja rodi.

Sabarlah Samsy, kelak bila aku dapat rezeki, kau takkan lagi menjadi budakku. Tapi biar bagaimana juga, aku tak ingin menggantikanmu dengan yang lain. Sampai kapanpun, kau tetap ada di sini.

I love you, my dear Samsy, my Galaxy S one. hiks...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI