Google+ Followers

Rabu, 26 Februari 2014

Jadi Istri Sholehah, Susah?

Jadi Istri Sholehah, Susah?

"Belajarlah peduli sama orang lain, agar hidupmu dimudahkan..."

Satu kalimat itu berhasil meneteskan airmata pagi ini. Apalagi, kata-kata itu keluar dari mulut suami. Aku bertanya-tanya, masih kurang pedulikah aku?

"Kalau Bunda pikir, menyediakan teh hangat di pagi hari itu cukup untuk jadi istri sholehah, salah besar. Melayani suami? Bukan cuma di ranjang. Pulang kerja atau sehabis bepergian, ingatkah Bunda seberapa sering pelepas dahaga dihidangkan untuk suami? Sehabis mandi, jarang sekali Bunda sediakan pakaian untuk dikenakan. Itu yang kurang darimu. Masih banyak lagi..."

Aku menangis. Menyadari betapa tak sempurnanya aku menjadi seorang istri. Sungguh sabarnya lelaki yang menikahiku hampir tiga tahun lalu. Aku terlalu egois. Menganggap enteng. Tak jarang ia menasehatiku namun aku belum berubah juga. 

"Air bak penuh gak Bun? Tolong ambilkan segelas buat Ayah!"
"Ibu sebelah masak apa ya? Ayah lapar"
"Setrika gak panas ya, Bun... Kok baju Ayah lecek banget"

Itu beberapa kalimat andalannya kalau menyindir aku.

Seperti pagi ini. Saat aku susah payah menghidupkan hape yang lama banget mau nyala. Lagi-lagi suami katakan aku kurang peduli sama orang lain makanya dibuat susah hidupnya. Niatnya suami ingin mengganti hapeku dengan yang lebih baik. Namun ia batalkan niat karena aku belum juga berubah.

"Kalau saja bisa, tak perlu disuruh. Jangan jadikan beban. Lakukan dengan ikhlas dalam memperhatikan kebutuhan suami. Lakukan dengan dengan senang hati. Besar pahalanya. Gak usah jauh-jauh cari pahala. Rumahmu adalah ladangnya. Garaplah dengan baik maka akan dapat panen yang baik pula."

Ya. Aku mengangguk-angguk tanda mengerti. Mulai hari ini aku akan belajar merubah sikap. Kuhapus airmata dan memeluk suami. 

"Sudah...Ayah mau mandi."

Kubalas dengan senyuman. Beranjak ke kamar dan membuka lemari. Sebuah baju kaos berwarna biru dan celana pendek serta dalaman kuletakkan di atas kasur. Lalu aku ke dapur dan mulai aktifitas lainnya. 

"Loh Ayah... kok gak pake baju yang Bunda siapin siihh?"

"Ah Bunda... masa mau kerja pakai celana pendek? Yang benar saja!"

Duh.. kadung niat nyiapin baju malah salah kostum. Lupa kalau hari ini suami mau ketemu agen. O Mak...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI